ICX Proyeksikan Penghimpunan Dana Bisa Tumbuh 243% hingga Akhir Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) optimistis penghimpunan dana melalui crowdfunding akan terus bertumbuh.

Co-Founder dan Chief Operating Officer ICX Gunawan Aldy mengatakan, khusus untuk Agustus 2026, dana yang telah terhimpun hingga agustus 2026 sebesar Rp 2,6 miliar dari satu penerbit, tumbuh sekitar 72% secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,08 miliar

“Hingga akhir tahun, kami memproyeksikan penghimpunan dana diperkirakan dapat mencapai Rp 5,6 miliar atau tumbuh sekitar 243% dibandingkan realisasi 2025, dengan asumsi kondisi makro tidak mengalami tekanan yang signifikan di kuartal IV,” ungkapnya kepada Kontan, Senin (7/9/2026).


Baca Juga: Rupiah Balik Arah: Ditutup Menguat Tipis ke Rp 17.640 Per Dolar AS Hari Ini (7/9)

Gunawan menambahkan, pada tahun 2026 selama pembukaan pasar sekunder periode Maret dan Juni ICX mencatatkan total transaksi sebesar Rp1,3 miliar.

Adapun untuk mendorong kinerja di semester II 2026, Gunawan menyampaikan perusahaan berfokus pada dua hal. Pertama, memperkuat kualitas pipeline penerbit dengan lebih selektif dan mengarahkan seleksi ke sektor dengan arus kas relatif defensif seperti layanan kesehatan, seperti listingnya klinik fisioterapi, Physio Rehab cabang Bogor.

Kedua, penguatan sisi infrastruktur dan tata kelola, termasuk penyelesaian integrasi dengan sistem Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) agar pencatatan kepemilikan efek investor makin rapi dan transparan.

“Di sisi investor, kami juga menambah intensitas edukasi karena kami melihat pemahaman yang lebih baik soal profil risiko SCF berbanding lurus dengan kualitas partisipasi investor, bukan sekadar volume,” katanya.

Selain itu, terkait tekanan suku bunga dan daya beli, Gunawan menilai kondisi makro tersebut memiliki dua sisi dampak. Di satu sisi, tekanan daya beli memang berdampak ke kinerja usaha penerbit, khususnya sektor ritel dan konsumsi diskresioner. Namun, di sisi lain, tren suku bunga yang tinggi justru membuat pembiayaan berbasis utang perbankan menjadi lebih mahal bagi UMKM.

Baca Juga: Surge (WIFI) Bidik 9.800 Site FWA pada 2027, Incar Monetisasi Ekspansi Jaringan

“Di situ pembiayaan berbasis saham lewat securities crowdfunding menjadi alternatif yang menarik, karena tidak membebani arus kas bulanan pelaku usaha dengan cicilan bunga,” ujar Gunawan.

Gunawan memaparkan strategi ICX adalah tetap disiplin dalam seleksi penerbit. Perusahaan memilih menahan jumlah penawaran daripada menurunkan standar uji tuntas. Selain itu kami memperkuat pendampingan pasca-penawaran ke penerbit.

“Pada akhirnya kepercayaan investor dibangun dari rekam jejak pembagian dividen dan keterbukaan informasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan sentimen yang suportif antara lain adalah dukungan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap ekosistem SCF, agenda inklusi keuangan dan pendalaman pasar, serta pertumbuhan basis investor ritel muda yang makin terbiasa dengan instrumen investasi digital.

Asal tahu saja, ICX mencatatkan total penghimpunan dana sebesar Rp 235,5 miliar dari 48 penerbit sejak beroperasi hingga saat ini, dengan jumlah investor terdaftar sebanyak 25.467 investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News