Idemitsu akuisisi 12% saham Mitrabara Adiperdana



JAKARTA. Perusahaan asal Jepang, Idemitsu Kosan Co. Ltd. (Idemitsu), akhirnya mengeksekusi opsi untuk mengakuisisi saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). Berdasarkan pengumuman di situs resmi Idemitsu, Kamis (10/7), Idemitsu menyatakan telah mengakuisisi 12% saham anak usaha Grup Baramulti itu.

Chief Executive Officer (CEO) Idemitsu Takashi Tsukioka mengatakan, akusisi saham MBAP merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis batubara Idemitsu. "Kami akan terus meningkatkan daya saing aset dan melanjutkan penataan portofolio bisnis batubara kami," kata Takashi, Kamis (10/7).

Akuisisi ini merupakan kelanjutan dari perjanjian antara Idemitsu dengan dua pemegang saham MBAP, yaitu PT Wahana Sentosa Cemerlang (WSC) dan Athanasius Tossin Suharya (ATS) yang ditandatangani pada 3 April 2014.


Dalam perjanjian itu, Idemitsu memiliki opsi untuk mengakuisis 27,68% saham MBAP setelah penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO). Rinciannya, Idemitsu bisa mengakuisisi 17,8% saham Mitrabara milik ATS dan 9,88% yang dikuasai WSC.

MBAP sendiri baru saja mencatatkan (listing) saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/7) hari ini. MBAP awalnya berniat melepas 273,03 juta saham atau 22% dari modal ditempatkan dan disetor melalui initial public offering (IPO).

Namun, MBAP kemudian memutuskan untuk memangkas jumlah saham yang dilepas dalam IPO menjadi 245,45 juta saham. Downsize itu dilakukan lantaran MBAP menilai kebutuhan dana untuk ekspansi sudah cukup hanya dengan melepas 20% saham saja.

Di sisi lain, Idemitsu juga bukan relasi baru bagi MBAP. Pada November 2012, Idemitsu telah mengakuisisi 3% saham saudara MBAP, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR). Tak hanya itu, Idemitsu juga merupakan pelanggan utama batubara yang diproduksi MBAP. Pada 2013, Idemitsu menyerap 37,76% dari total batubara Mitrabara di 2013 yang sebanyak 1,8 juta ton.

Pelanggan terbesar kedua Mitrabara adalah Trafigura Beheer BV. Perusahaan trading batubara asal Belanda ini membeli sekitar 30,06% dari total produksi Mitrabara di 2013. Klien lain Mitrabara adalah Dragon Energy Ltd, Marubeni Corp. dan The Power Sector Assets and Liabilities Management Corp (PSALM).

Di 2014, Mitrabara membidik produksi batubara sebanyak 2,5 juta ton, naik 38,8% dibandingkan tahun lalu yang 1,8 juta ton. Peningkatan produksi ini akan terus dilakukan minimal hingga tahun 2016 mendatang.

MBAP membidik target produksi batubara sebanyak 4 juta ton per tahun di 2015 dan 2016 mendatang. Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Utara itu memang masih memiliki cadangan batubara yang memadai guna mengejar target itu.

MBAP memiliki cadangan terbukti sebanyak 37,03 juta ton dan cadangan terduga 8,35 juta ton di tambang Malinau, Kalimantan Utara. Dalam debutnya, Kamis (10/7), harga MBAP ditutup tidak bergerak dari posisi awalnya di level Rp 1.300 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa