KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengusulkan agar pemerintah kembali mendirikan selter untuk menampung pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Menurut Daeng, kebijakan itu sudah pernah dilakukan pemerintah sebelumnya dan patut kembali diterapkan di tengah lonjakan kasus. "Ini sebenarnya yang harus didorong, sekarang didorong lagi, GOR-nya dibuka, gedung-gedungnya dibuka, hotel-hotelnya dibuka, untuk menampung kasus-kasus yang sangat ringan," kata Daeng, dalam diskusi yang ditayangkan akun YouTube Radio Smart FM, Sabtu (26/6). Daeng mengatakan, pendirian selter itu merupakan bagian dari strategi penanganan Covid-19 di tingkat hilir yakni dengan menambah kapasitas pelayanan. Dengan adanya selter, Daeng berharap pasien yang berstatus OTG maupun bergejala ringan tidak perlu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani isolasi mandiri. "Sehingga yang kasus-kasus begini ini tidak membuat penuh rumah sakit," ujar Daeng.
IDI usul pemerintah kembali dirikan selter bagi pasien OTG dan gejala ringan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengusulkan agar pemerintah kembali mendirikan selter untuk menampung pasien Covid-19 yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Menurut Daeng, kebijakan itu sudah pernah dilakukan pemerintah sebelumnya dan patut kembali diterapkan di tengah lonjakan kasus. "Ini sebenarnya yang harus didorong, sekarang didorong lagi, GOR-nya dibuka, gedung-gedungnya dibuka, hotel-hotelnya dibuka, untuk menampung kasus-kasus yang sangat ringan," kata Daeng, dalam diskusi yang ditayangkan akun YouTube Radio Smart FM, Sabtu (26/6). Daeng mengatakan, pendirian selter itu merupakan bagian dari strategi penanganan Covid-19 di tingkat hilir yakni dengan menambah kapasitas pelayanan. Dengan adanya selter, Daeng berharap pasien yang berstatus OTG maupun bergejala ringan tidak perlu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani isolasi mandiri. "Sehingga yang kasus-kasus begini ini tidak membuat penuh rumah sakit," ujar Daeng.