IDX80 dapat menjadi acuan portofolio reksadana aktif bagi manajer investasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan Indeks IDX80 pada 1 Februari 2018. Dalam indeks tersebut terdapat 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta fundamental perusahaan yang baik.

Kepala Riset dan Pengembangan BEI Verdi Ikhwan mengatakan, IDX80 dapat menjadi acuan portofolio bagi manager investasi untuk produk reksadana aktif. Menurutnya selama ini, bursa mengeluarkan indeks dengan konstituen 20%-30% dan banyak digunakan fund manager hanya sebagai produk reksadana pasif.

"Selama ini yang menjadi acuan produk reksadana aktif adalah IHSG, seiring berjalannya waktu beberapa MI menginginkan adanya suatu indeks yang memiliki jumlah banyak dan mewakili secara keseluruhan," ujarnya.


Lebih lanjut Verdy menjelaskan, batasan bobot suatu saham atau capped di IDX 80 adalah sebesar 9% dan tidak boleh lebih, alasannya karena dalam aturan OJK untuk menjadi acuan indeks reksadana, capped tidak boleh lebih dari 10%.

"Kita jaga kenapa kita pilih 9%, karena harga saham berubah-ubah bisa naik 9% lebih, jadi sengaja tidak kita buat 10% untuk mengantisipasi kenaikan harga," jelasnya.

Sebagai informasi, IDX 80 akan di-review sebanyak empat kali dalam setahun, dengan dua jenis review yakni mayor dan minor. Nantinya review mayor akan dilakukan pada Februari dan Agustus dengan cara menentukan konstituen yang akan masuk dan keluar indeks.

Sementara, review minor akan dilakukan pada Mei dan November dengan cara melakukan rebalancing. "Kan ada capped 9% kalau lebih 9% kami rebalancing," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi