KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa peraturan emisi metana Uni Eropa dapat membatasi pasokan minyak yang tersedia untuk blok tersebut, karena negara-negara anggota bersiap untuk membahas seruan dari Jerman dan negara-negara lain untuk menunda langkah-langkah tersebut. Metana adalah gas rumah kaca yang kuat dan Uni Eropa telah memperkenalkan undang-undang untuk mengekang emisi. Mulai Januari 2027, minyak dan gas impor harus mematuhi persyaratan pemantauan emisi yang setara dengan yang ada di Uni Eropa atau standar yang didukung PBB yang dikenal sebagai OGMP 2.0. Mengutip Reuters, Selasa (14/7/2026), IEA mengatakan sekitar 22,5 juta barel per hari produksi minyak global diperkirakan akan mematuhi OGMP 2.0 pada tahun 2027, tetapi tidak semuanya akan tersedia untuk Uni Eropa. Uni Eropa mengimpor 9,3 juta barel per hari minyak pada tahun 2025.
IEA Peringatkan Aturan Metana Bisa Membatasi Pilihan Pasokan Minyak Uni Eropa
KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa peraturan emisi metana Uni Eropa dapat membatasi pasokan minyak yang tersedia untuk blok tersebut, karena negara-negara anggota bersiap untuk membahas seruan dari Jerman dan negara-negara lain untuk menunda langkah-langkah tersebut. Metana adalah gas rumah kaca yang kuat dan Uni Eropa telah memperkenalkan undang-undang untuk mengekang emisi. Mulai Januari 2027, minyak dan gas impor harus mematuhi persyaratan pemantauan emisi yang setara dengan yang ada di Uni Eropa atau standar yang didukung PBB yang dikenal sebagai OGMP 2.0. Mengutip Reuters, Selasa (14/7/2026), IEA mengatakan sekitar 22,5 juta barel per hari produksi minyak global diperkirakan akan mematuhi OGMP 2.0 pada tahun 2027, tetapi tidak semuanya akan tersedia untuk Uni Eropa. Uni Eropa mengimpor 9,3 juta barel per hari minyak pada tahun 2025.