JAKARTA. Bank Hana Indonesia (Bank Hana) akan memperoleh kucuran modal dari salah satu pemegang sahamnya, yakni International Finance Corporation (IFC). Anggota kelompok Bank Dunia (World Bank) itu bakal menambah kepemilikan tidak lebih dari 20% dari sebelumnya sebesar 19,03%. Bank Indonesia (BI) membenarkan rencana penambahan modal ini. Boedi Armanto, Direktur Pengawasan I BI mengatakan, regulator tinggal menunggu realisasinya saja. "Semakin besar modal akan semakin baik," katanya, Selasa (10/1). Suntikan dana dari pemilik ini untuk penguatan infrastruktur dan ekspansi usaha. Saat ini komposisi kepemilikan Bank Hana adalah, Hana Bank Korea 60,97%, PT Trisetijo Manunggal Utama 10 %, Bambang Setijo 10% dan IFC sebesar 19,03%. Hana adalah bank terbesar di Korea Selatan dan IFC menjadi pemilik bank ini sejak 2007, setelah pemilik lama gagal memenuhi kewajiban modal inti.
IFC akan suntik dana ke Bank Hana
JAKARTA. Bank Hana Indonesia (Bank Hana) akan memperoleh kucuran modal dari salah satu pemegang sahamnya, yakni International Finance Corporation (IFC). Anggota kelompok Bank Dunia (World Bank) itu bakal menambah kepemilikan tidak lebih dari 20% dari sebelumnya sebesar 19,03%. Bank Indonesia (BI) membenarkan rencana penambahan modal ini. Boedi Armanto, Direktur Pengawasan I BI mengatakan, regulator tinggal menunggu realisasinya saja. "Semakin besar modal akan semakin baik," katanya, Selasa (10/1). Suntikan dana dari pemilik ini untuk penguatan infrastruktur dan ekspansi usaha. Saat ini komposisi kepemilikan Bank Hana adalah, Hana Bank Korea 60,97%, PT Trisetijo Manunggal Utama 10 %, Bambang Setijo 10% dan IFC sebesar 19,03%. Hana adalah bank terbesar di Korea Selatan dan IFC menjadi pemilik bank ini sejak 2007, setelah pemilik lama gagal memenuhi kewajiban modal inti.