IFG Perkuat Talenta Muda Asuransi Lewat Program Magang Nasional



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Financial Group (IFG) mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan kompetensi dan kesiapan talenta muda memasuki dunia kerja dengan terlibat dalam Program Magang Nasional.

Program Magang Nasional tahun 2026 masih berlanjut. Program ini ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus memperkuat keterampilan dan pengalaman kerja generasi muda. Tahun ini pesertanya ditargetkan mencapai 150.000 orang, naik daro 100.000 pada 2025.

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, mengatakan IFG turut mendukung program ini untuk memperkuat industri asuransi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.


Selain itu, IFG berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program magang bagi pelajar, mahasiswa, dan calon pencari kerja. Program ini bertujuan membekali peserta dengan pengalaman dan keterampilan agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Baca Juga: IFG Life dan Bank Sulselbar Jalin Kerja Sama Bancassurance

Denny mengatakan, di era digital, generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong industri keuangan yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. “Program magang ini berfokus pada tiga aspek utama, yakni thinking, working, dan relating,” ujar Denny dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Dia menjelaskan, aspek thinking menekankan kemampuan berpikir analitis dan mengambil keputusan. Sementara itu, working berfokus pada penyelesaian tugas secara terstruktur, sedangkan relating mencakup etika berinteraksi dan kemampuan berkolaborasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta prgram juga mendapatkan pendampingan melalui program mentoring dan coaching. Mentoring membantu peserta mengembangkan pola pikir profesional dan merencanakan karier, sedangkan coaching memberikan arahan dalam menyelesaikan tugas.

Denny menambahkan, program ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri keuangan sekaligus memperluas jaringan profesional di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

Baca Juga: IFG dan Jamkrindo Perkuat Ekosistem UMKM Berbasis Budaya

Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) Wahju Rohmanti berpendapat magang di industri asuransi tetap penting. Menurutnya, asuransi adalah produk yang dijual atau harus dipasarkan bukan pembelinya yang datang.

"Asuransi itu lebih kompleks dan banyak pekerjaan yang tidak bisa diambil alih robot. Sehingga magang adalah cara tercepat transfer skill, dengan catatan perusahaan sebagai user yang benar-benar menerjunkan peserta magang pada pekerjaan riil dan tidak hanya sekedar bantu-bantu administrasi," jelas Wahju kepada media.

Selain itu, di tengah kondisi saat ini, peserta magang juga mendapatkan benefit dan peluang untuk memperkenalkan diri dan mendapatkan networking. Apalagi kalau peserta cemerlang dan siap masuk ke industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News