IHCBS 2026 Siapkan Penghargaan bagi Talenta Berprestasi dan Berdampak
Senin, 29 Juni 2026 12:35 WIB
Diperbarui Senin, 29 Juni 2026 12:40 WIB
Oleh: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Dalam acara Run to Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026, panitia IHCBS 2026 resmi memperkenalkan program IHCBS Award 2026 pada Sabtu, 27 Juni 2026 di kawasan Green Belt Zone, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Banten. Langkah ini diambil tidak hanya sebagai seremonial, tetapi apresiasi nyata kepada insan dan talenta Indonesia yang berdampak positif dalam pemberdayaan sumber daya manusia dan ekonomi nasional. IHCBS Award 2026 juga menjadi motivasi untuk generasi muda guna memberikan aksi positif bagi pengembangan SDM di Indonesia di masa depan. Lebih lanjut, Content Director IHCBS Wardoyo menjelaskan, penghargaan ini mengusung integritas tinggi dan objektivitas bagi industri, organisasi, maupun korporasi. Melalui penghargaan IHCBS Award 2026, ia mengungkapkan IHCBS akan memberi penilaian yang objektif guna menyeleksi talenta secara ketat. "Yang membedakan IHCBS Award dengan yang lain adalah talenta direkomendasikan oleh asosiasi dan tidak bisa mendaftarkan sendiri," ujar Wardoyo. Sistem penjaringan pemenang menerapkan mekanisme pencarian independen melalui empat tahapan. Tahap pertama adalah Referral, di mana kandidat dijaring secara objektif melalui jaringan profesi dan asosiasi industri. Tahap kedua adalah Evidence, berupa kewajiban pengumpulan dokumen data dan bukti konkret. Tahap ketiga adalah Evaluation oleh dewan juri, dan tahap keempat adalah Recognition sebagai puncak pengumuman pemenang pada pertengahan September 2026.
Selain itu, IHCBS Awar 2026 masih memiliki kategori penghargaan lain di antaranya kategori penghargaan korporasi (Enterprise Award Categories) mencakup tiga piala utama, yaitu National Workforce Employability Multiplier (fokus pada penguatan kompetensi, reskilling, upskilling, dan sertifikasi), Entrepreneurial Ecosystem Accelerator (akselerasi wirausaha dan UMKM), serta Human-Centric Digital Productivity Pioneer (peningkatan produktivitas lewat AI dan digitalisasi dengan mengutamakan pengalaman karyawan). Sementara itu, Chief People Officer Tiket.com dan ketua Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia Dudi Arisandi mengungkapkan dampak positif dari sistem penilaian kompetensi dan transparan ini diakui langsung oleh para pelaku kebijakan di sektor industri. Validasi independen sangat krusial agar IHCBS mampu memberikan role model bagi korporasi nasional. “Penghargaan ini ibarat mencari berlian dalam lumpur,” kata Dudi. Namun, Dudi menegaskan acara IHCBS ke depannya harus memberikan manfaat bagi pengembangan talenta muda Indonesia agar dapat bersaing. Praktisi HR harus memiliki peran agar SDM Indonesia bisa berkembang dan mampu mendorong perekonomian nasional "Ini adalah potensi yang besar, di mana para praktisi HR dari berbagai asosiasi bisa berkumpul di dalam satu program. Rasanya ini menjadi sesuatu yang menjanjikan supaya kita semua bisa mengambil peran masing-masing, tapi tetap jadi satu. Dan memperkuat rencana-rencana ke depan supaya bisa support Indonesia dan sisi sumber daya manusia menjadi lebih baik,” jelas Dudi. IHCBS Buka Peluang Kolaborasi QuBisa
CEO of One GML & Founder of QuBisa, Suwardi Luis, memaparkan bukti nyata efektivitas IHCBS salah satunya membantu QuBisa dalam mengembangkan lebih dari 300.000 talenta di Indonesia sepanjang setahun terakhir. QuBisa berhasil bermitra dengan Microsoft dalam program satu juta talenta AI Indonesia dan berhasil melatih 10.000 talenta secara gratis.
Tak hanya itu, QuBisa juga ambil peran dalam melatih ribuan aparatur sipil negara (ASN) muda di Lembaga Administrasi Negara untuk meningkatkan produktivitas. “Tim QuBisa bertemu dengan Pak Darma Simorangkir, CEO Microsoft. Dia jadi pembicara di acara IHCBS tahun sebelumnya. Dan setelah itu discuss. QuBisa bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) akhirnya ikut ambil peran dalam program Microsoft yaitu pengembangan 1 juta talenta AI Indonesia,” jelas Suwardi. Berdasarkan pengalamannya, IHCBS bukan program “omon-omon”. Untuk itu, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang performance excellence, QuBisa sangat terbantu dengan penyelenggaraan IHCBS. Relasi di IHCBS tidak hanya semakin banyak, tetapi mampu membuat talenta Indonesia semakin produktif sejalan dengan kebutuhan zaman. “Tapi yang bisa kita pengaruhi adalah apa yang bisa kita lakukan Hal-hal ini memang mendorong kita supaya forum IHCBS tidak hanya berkumpul, berdiskusi, tetapi tindakan nyata,” sambung Suwardi. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News