IHSG akhiri penurunan 7 hari beruntun, bagaimana nasib besok?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini, Senin (1/2). IHSG tercatat menguat 205.19 poin atau 3,50% ke level 6.067,545.

Analis MNC Sekuritas Aqil Triyadi mencermati, penguatan IHSG hari ini terjadi karena IHSG tertekan selama tujuh hari berturut-turut sebelumnya. Pelaku pasar melihat peluang untuk mengakumulasi beberapa saham yang sudah oversold.

Asal tahu saja, IHSG berada di level 5.862,35 pada penutupan perdagangan Jumat (29/1). Level ini sudah melorot 8,82% selama tujuh hari berturut-turut. Adapun pada penutupan perdagangan Rabu (20/1), IHSG berada di level 6.429,76.


" Sentimen lainnya adalah dari rilis data PMI Manufacturing Indonesia yang naik. Dari penguatan bursa Asia juga memberikan dampak positif," jelas Aqil kepada Kontan.co.id, Senin (1/2).

Baca Juga: IHSG menguat hari ini, simak rekomendasi saham untuk Selasa (2/2)

Sementara itu, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengungkapkan, penguatan IHSG hari ini tertopang riis data PMI Manufacturing dan inflasi yang cenderung baik. Di sisi lain, pergerakan bursa regional menjadi sentimen positif lainnya.

Walau besok masih minim sentimen, IHSG diperkirakan akan cenderung bergerak menguat. " IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan besok. Support IHSG akan berada pada level 6.000 hingga 6.030 dan resistance di 6.200 hingga 6.218," ujar Hendriko kepada Kontan.co.id, Senin (1/2).

Senada, Aqil mengungkapkan IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada perdagangan besok Selasa (2/2). Ia memproyeksikan IHSG bergerak antara level support 5.998 hingga 5850 dan level resistance 6.150 hingga 6.195.

" Namun harap waspadai jika IHSG tidak mampu tembus ke level 6,150 rawan sekali untuk terjadinya profit taking," ujar Aqil. Lebih lanjut Aqil mengungkapkan, penguatan IHSG besok masih terdorong sentimen positif PMI Manufacturing yang meningkat ke level 52,2.

IHSG juga akan dipengaruhi pergerakan bursa AS, bursa Asia, dan harga komoditas. Selain itu, investor tetap perlu mencermati efektivitas kebijakan PPKM di tengah jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto