IHSG Ambles 3,38%, Tekanan Asing dan Rupiah Picu Aksi Jual



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan tajam. Pada Jumat (24/4/2026) pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup turun 249,116 poin atau 3,38% ke level 7.129,49.

Tekanan tidak hanya terjadi dalam satu hari. Sepanjang sepekan terakhir, IHSG tercatat merosot hingga 6,61%, seiring derasnya aksi jual investor asing yang mencapai Rp 1,88 triliun di seluruh pasar.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Dari sisi global, keputusan bank sentral China yang mempertahankan suku bunga acuan di level 3% dan 3,5%, serta suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang tetap di 4,75%, turut memengaruhi pergerakan pasar saham.


Selain faktor suku bunga, dinamika geopolitik di Timur Tengah juga menjadi perhatian pelaku pasar. Indikasi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serta Israel dengan Lebanon memang sedikit meredakan kekhawatiran konflik, namun ketidakpastian masih membayangi sentimen investor.

Dari sisi komoditas, kenaikan harga minyak mentah dalam sepekan terakhir turut menambah tekanan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya inflasi global serta potensi perlambatan ekonomi dunia.

Baca Juga: Jurus Investasi Dirut ALDO, Keseimbangan dan Pengelolaan Aset Jangka Panjang

"Lalu, nilai tukar rupiah yang selama sepekan ini bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan sempat menyentuh area Rp 17.300, menjadi kekhawatiran tersendiri akan beban APBN dan adanya risiko fiskal ke depannya," kata Herditya kepada Kontan, Jumat (24/4/2026).

Secara terpisah, Direktur PT Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menilai pelemahan IHSG juga dipicu oleh koreksi tajam pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Ia menyebut, pelaku pasar tengah mengantisipasi potensi penurunan bobot saham Indonesia dalam indeks global MSCI.

"Selain itu juga kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diatas Rp 17.300 juga menjadi sentimen negatif untuk market," ujar Daniel.

Proyeksi IHSG Pekan Depan

Untuk perdagangan Senin (27/4/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi. Ia memproyeksikan level support berada di 7.031 dan resistance di 7.191.

Sentimen pasar dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah, fluktuasi harga minyak mentah, serta perkembangan geopolitik global.

Sementara itu, Daniel memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang yang lebih lebar, yakni 6.900 hingga 7.300. Menurutnya, pelaku pasar saat ini cenderung menunggu kepastian arah dari situasi geopolitik di Timur Tengah sebelum kembali masuk ke pasar saham.

Baca Juga: Emiten Tebar Dividen, Analis Rekomendasikan Saham Ini

Rekomendasi Saham

Herditya turut memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan awal pekan depan, yakni:

  • BULL dengan target harga Rp 595–Rp 630

  • DAAZ di rentang Rp 2.670–Rp 2.910 per saham

  • HRTA pada kisaran Rp 3.120–Rp 3.280

Dengan tekanan eksternal yang masih kuat dan kondisi domestik yang belum stabil, pergerakan IHSG dalam waktu dekat diperkirakan masih akan cenderung volatil. Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global serta menjaga strategi investasi yang lebih selektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News