IHSG Ambles 4,88% pada Senin (2/2), Ini Kata Menkeu Purbaya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berlanjut pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026), meskipun pemerintah dan otoritas telah merespons cepat pengganti kekosongan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pimpinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tercatat, IHSG ditutup ambruk pada awal pekan ini di Februari 2026. Sejak pembukaan perdagangan, tekanan jual sudah mendominasi pergerakan indeks. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ambles 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73 pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026).

Pelemahan IHSG terjadi seiring turunnya seluruh indeks sektoral di BEI. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 10,74%, disusul sektor barang konsumer non primer 7,67%, sektor energi 7,66%, serta sektor properti dan real estate yang turun 6,27%.


Baca Juga: Menkeu Purbaya Bentuk Pansel Dewan Komisioner OJK Hari Ini, Senin (2/2)

Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menilai pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap kepastian kepemimpinan di OJK.

“Biar saja sih, habis naik turun-naik turun itu kan. Ada pergantian baru lagi, pergantian ketua OJK-nya. Mungkin market masih menunggu,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan, ketidakpastian terkait sosok Ketua OJK yang definitif masih menjadi perhatian investor. 

“Ini kan masih sementara, siapa ketua OJK-nya. Mungkin market masih menunggu ketidakpastian itu,” kata Purbaya.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pandangannya terhadap kondisi fundamental ekonomi nasional yang dinilainya masih solid. 

“Tapi harusnya kalau saya sih, saya akan serok ke bawah. Kenapa? Fondasi ekonominya masih bagus, tidak ada yang berubah, dan akan membaik terus ke depan,” pungkasnya.

Baca Juga: Bapanas Pastikan Stok dan Harga Pangan Jelang Ramadan Akan Stabil

Selanjutnya: Ini Hasil Pertemuan SRO dengan MSCI, Ada Tiga Poin yang Jadi Concern

Menarik Dibaca: Ini 5 Aset Kripto Top Gainers saat Pelemahan Pasar Tak Terbendung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News