KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan yang cukup dalam di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Pada perdagangan intraday Rabu (4/3), IHSG anjlok 4,32% ke level 7.596,58. Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penurunan IHSG saat ini memang masih sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik antara Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong risk-off global. Efek konflik tersebut menciptakan kenaikan harga minyak dunia, ancaman penutupan Selat Hormuz, dan volatilitas pasar keuangan global yang membuat investor cenderung mengurangi eksposur di emerging markets, termasuk Indonesia.
IHSG Ambles ke Level 7.500 Akibat Kombinasi Berbagai Sentimen
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan yang cukup dalam di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Pada perdagangan intraday Rabu (4/3), IHSG anjlok 4,32% ke level 7.596,58. Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penurunan IHSG saat ini memang masih sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik antara Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong risk-off global. Efek konflik tersebut menciptakan kenaikan harga minyak dunia, ancaman penutupan Selat Hormuz, dan volatilitas pasar keuangan global yang membuat investor cenderung mengurangi eksposur di emerging markets, termasuk Indonesia.
TAG:
- Fitch Ratings
- Harga minyak dunia
- IHSG
- IHSG anjlok
- KSEI
- pelemahan rupiah
- rupiah
- Timur Tengah
- MSCI
- sektor komoditas
- saham batubara
- strategi investasi
- manajemen risiko
- Konflik Geopolitik
- Emerging Markets
- Konflik Geopolitik Timur Tengah
- Morgan Stanley Capital International
- Saham Emas
- Sentimen Domestik
- analisis teknikal IHSG
- Reza Diofanda
- Support IHSG
- Transparansi Pasar
- Volatilitas Pasar Keuangan
- saham migas
- outlook Indonesia negatif
- peringkat BBB
- cash position