IHSG Ambruk 2,08%, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing di Akhir Pekan Ini
Jumat, 06 Februari 2026 22:45 WIB
Diperbarui Jumat, 06 Februari 2026 22:47 WIB
Oleh: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada perdagangan akhir pekan ini terdampak sentimen penurunan proyeksi peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif oleh Moody's Rating. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG amblas 168,61 poin atau 2,08% ke level 7.935,26 pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026). Akumulasin penurunan IHSG selama sepekan perdagangan terakhir mencapai 4,73%.
IHSG tertekan penurunan mayoritas indeks sektoral di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah barang konsumer non primer 5,11%, disusul perindustrian 4,1%, energi 3,25%, barang baku 3,01% dan infrastruktur 2,95%. Baca Juga: Tekanan Asing & Sentimen Global Buat IHSG Ambles 4,73% Sepekan, Ini Kata Analis Kemudian sektor properti dan real estate juga turun 2,11%, teknologi 1,82%, barang konsumer primer 1,26%, keuangan 0,94%, kesehatan 0,04%. Hanya sektor transportasi satu-satunya yang menguat 0,53%. Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 35,06 miliar dengan nilai transaksi Rp 18,81 triliun. Ada 646 saham yang turun, 107 saham yang menguat, dan 68 saham yang stagnan.
IHSG Amblas hari ini, 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi 6 Februari 2026.
Namun di tengah koreksi IHSG tersebut, investor asing catat net buy jumbo Rp944,41 miliar di seluruh pasar. Namun dalam sepekan asing masih membukukan net sell Rp 3,61 triliun di seluruh pasar. Baca Juga: IHSG Ambruk 2,08% ke 7.935, Top Losers LQ45: SCMA, BRPT dan MDKA, Jumat (6/2) Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Jumat: 1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 213,55 miliar 2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 100,45 miliar 3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 48,82 miliar 4. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 43,6 miliar 5. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 36,6 miliar 6. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 32,73 miliar 7. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 32,04 miliar 8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 25,19 miliar 9. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 19,0 miliar 10. PT Timah Tbk (TINS) Rp 16,8 miliar