IHSG Ambruk 8,73% ke 5.594, Cek Saham yang Diborong Asing Pekan Pertama Juni 2026
Sabtu, 06 Juni 2026 11:11 WIB
Oleh: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan jual di pasar saham semakin kuat pada akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot tajam seiring derasnya arus keluar dana investor asing dari pasar domestik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ditutup turun 4,19% atau 245 poin ke level 5.594,76 pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif pasar saham dalam beberapa hari terakhir. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di zona merah dengan level tertinggi 5.870 dan sempat menyentuh level terendah 5.594.
Baca Juga: Volatilitas Saham Big Banks Pekan Ini Diproyeksi Menurun, Akankah Harganya Menguat? Dalam sepekan terakhir, IHSG telah terkoreksi hingga 8,73%, mencerminkan tingginya tekanan jual yang membayangi pasar. Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 38,04 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp31,72 triliun. Mayoritas saham ditutup melemah. Sebanyak 626 saham terkoreksi, sementara hanya 108 saham yang menguat dan 81 saham lainnya bergerak stagnan.
Saat Saham Tertekan, Aset Ini Dinilai Lebih Menarik untuk Investor
Tekanan terhadap IHSG juga datang dari aksi jual investor asing yang kembali mencatatkan jual bersih (net sell) dalam jumlah besar. Pada perdagangan Jumat, investor asing membukukan net sell sebesar Rp3,73 triliun. Dengan tambahan aksi jual tersebut, akumulasi net sell asing sepanjang sepekan terakhir mencapai Rp13,77 triliun, menunjukkan masih kuatnya arus keluar modal dari pasar saham Indonesia. Baca Juga: IHSG Ambruk 4,19% ke 5.594, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Akhir Pekan Ini Berikut 10 saham net buy terbesar asing sepekan terakhir: 1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 373,85 miliar 2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 264,12 miliar 3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 258,05 miliar 4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 218,4 miliar 5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 206,84 miliar 6. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 186,6 miliar 7. PT Timah Tbk (TINS) Rp 171,81 miliar 8. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 124,7 miliar 9. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 122,15 miliar 10. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 108,75 miliar