IHSG Anjlok 0,97% ke 6.181,4 di Sesi I Senin (28/9), Saham GOTO Ambles 14%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi pertama Senin (28/9/2026).

Pelemahan bursa saham Asia, kenaikan harga minyak, dan lonjakan imbal hasil obligasi membebani sentimen investor.

Mengacu data RTI, IHSG turun 0,97% atau 60,458 poin ke level 6.181,434 hingga akhir sesi I. Sebanyak 496 saham tercatat turun, 193 saham naik, sedangkan 1.012 saham stagnan.


Baca Juga: Rupiah Terus Melemah ke Rp 17.960 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (28/9), Asia Mixed

Total volume perdagangan mencapai 23,4 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 6,4 triliun.

Delapan indeks sektoral tercatat melemah dan menyeret IHSG ke zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor teknologi yang turun 4,10%, disusul sektor barang konsumen nonprimer atau cyclicals sebesar 2,71% dan sektor infrastruktur sebesar 1,62%.

Di jajaran saham LQ45, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar. Saham GOTO anjlok 14% ke level Rp 43 per saham.

Penurunan juga terjadi pada saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sebesar 4,37% menjadi Rp 2.190 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar 3,10% menjadi Rp 3.130.

Sementara itu, sejumlah saham LQ45 masih mampu menguat. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 4,44% ke Rp 11.750, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 2,91% ke Rp 3.180, sedangkan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,07% menjadi Rp 1.480.

Baca Juga: Apa Itu Papan FCA yang Diubah BEI? Cek Perubahan Kriteria Saham Pemantauan Khusus

Tekanan terhadap IHSG sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang melemah pada Senin.

Investor mencermati kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi, di tengah ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kondisi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko inflasi dan potensi suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.

Harga minyak Brent berjangka naik 2,1% menjadi US$106,49 per barel. Dengan kenaikan tersebut, harga Brent telah menguat hampir 18% sepanjang September.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,5% menjadi US$93,84 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran akan berlanjut pekan ini, meski belum terlihat tanda-tanda Teheran melonggarkan tuntutannya.

Lonjakan harga minyak menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral, termasuk Federal Reserve.

 
GOTO Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News