IHSG Anjlok 1,02% Awal Perdagangan Rabu (28/10), Saham SCMA, BRPT, CPIN Berguguran



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Rabu (28/10/2026). IHSG turun lebih dari 1% dan berpotensi memperpanjang pelemahan selama tiga hari perdagangan berturut-turut.

Mengutip data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG merosot 1,02% atau 53,639 poin ke level 5.212,491. Sebanyak 359 saham melemah, 182 saham menguat, sedangkan 161 saham bergerak stagnan.

Tekanan terjadi di seluruh 10 indeks sektoral yang menyeret IHSG ke zona merah. Tiga sektor dengan penurunan terdalam adalah IDX-Infra yang melemah 2,24%, IDX-Industry turun 1,75%, dan IDX-NonCyc terkoreksi 1,42%.


Baca Juga: Margin Laba Darma Henwa (DEWA) Naik Berkat Eksekusi Mandiri, Cek Rekomendasi Sahamnya

Saham-saham top losers LQ45:

  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 5,41% ke Rp 140
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,91% ke Rp 1.260
  • PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) turun 4,68% ke Rp 2.650
Saham-saham top gainers LQ45:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 2,86% ke Rp 3.600
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 1,60% ke Rp 3.820
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 1,41% ke Rp 720
Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,08% ke Rp 18.171 per Dolar AS pada Rabu (28/10) Pagi

 
SCMA Chart by TradingView

Tekanan jual di pasar saham domestik masih dibayangi sejumlah faktor, mulai dari pelemahan rupiah, arus keluar modal asing, hingga kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).

Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), IHSG telah melemah 1,99% ke level 5.266,13. Sementara itu, nilai tukar rupiah bertahan di kisaran Rp 18.125 per dolar Amerika Serikat (AS).

Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 10 tahun menembus 7,5%, menjadi level tertinggi sejak Oktober 2022. Angka tersebut juga berada di atas asumsi imbal hasil SBN dalam APBN 2026 sebesar 6,9%.

Kondisi pasar domestik berbanding terbalik dengan pergerakan bursa saham Asia yang menguat pada Rabu pagi.

Investor regional kembali merespons positif prospek bisnis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjelang rilis laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi AS.

Baca Juga: Bursa Saham Asia Menguat Ditopang Reli AI Rabu (28/10), Menanti Keputusan The Fed

Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,85% pada awal perdagangan. Indeks Nikkei Jepang menguat 1,2%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 3%.

Sentimen positif turut ditopang kinerja produsen chip Korea Selatan, SK Hynix, yang membukukan kenaikan laba operasional kuartalan lebih dari tujuh kali lipat.

Saham SK Hynix sempat menguat 3% setelah pembukaan perdagangan sebelum memangkas kenaikan menjadi 1,75%.

Di pasar global, investor juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS. Meski pasar secara luas memperkirakan suku bunga akan dipertahankan, perhatian tertuju pada sinyal kebijakan moneter selanjutnya di tengah kekhawatiran inflasi.

Perbedaan sentimen antara pasar regional dan domestik membuat investor mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, arus modal asing, serta imbal hasil obligasi sebagai faktor yang dapat memengaruhi arah IHSG.

Baca Juga: IHSG Rontok 39% & Asing Net Sell Hampir Rp 125 T, Investor Ritel Perlu Beli / Jual?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News