KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG anjlok 1,48% atau turun 95,96 poin ke level 6.405,68 pada akhir perdagangan. Aktivitas perdagangan saham di BEI cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 41,53 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,97 triliun.
Baca Juga: Rupiah Kamis (26/8) Diprediksi Stabil, Pidato Warsh dan Data PCE Jadi Perhatian Sebanyak 583 saham ditutup melemah dan menjadi pemberat IHSG. Sementara itu, 118 saham menguat dan 89 saham lainnya stagnan. Di tengah tekanan IHSG, sejumlah analis memberikan rekomendasi teknikal untuk perdagangan Kamis (27/8/2026). Berikut rekomendasi teknikal saham dari sejumlah analis: 1. Indofood Sukses Makmur (
INDF) VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengatakan, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) masih bergerak sideways dalam rentang 7.200-7.425. Pergerakan saham INDF masih berada di atas MA10 di level 7.233. Namun, indikator MACD menunjukkan tren pelemahan, sejalan dengan RSI yang bergerak turun. "Sehingga saat ini dapat
wait and see dengan
buy jika
breakout resistance 7.425, dengan target menuju resistance 7.600 dan batasi jika turun ke bawah support 7.100," ujar Oktavianus. Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), saham INDF ditutup melemah 1,35% menjadi Rp 7.725 per saham.
- Rekomendasi: Wait and see, buy jika menembus resistance 7.425
- Support: Rp 7.100
- Resistance: Rp 7.425
- Target: Rp 7.600
— Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia
Baca Juga: Ada Risiko Gangguan Produksi, Harga Minyak Dunia Diprediksi Masih Volatil 2. Indah Kiat Pulp & Paper (
INKP) Technical Analyst Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berpeluang mencapai target proyeksi Fibonacci di level 9.250, selama harga tetap bertahan di atas support minor 8.400. Indikator MACD juga menunjukkan momentum bullish pada saham INKP. Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), saham INKP ditutup stagnan di level Rp 8.725 per saham.
- Rekomendasi: Hold
- Support: Rp 8.400
- Resistance: Rp 9.200
- Target: Rp 9.250
— Ivan Rosanova, Technical Analyst Binaartha Sekuritas
Baca Juga: Ada Rebalancing Indeks MSCI Pekan Depan, Begini Proyeksi Arah IHSG 3. Dharma Satya Nusantara (
DSNG) Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menguat 0,68% ke level 1.470. Pergerakan DSNG masih didominasi volume pembelian dan berhasil menembus MA200. Posisi saham DSNG diperkirakan masih berada dalam bagian wave 5 dari wave (A). Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), saham DSNG ditutup menguat 0,68% menjadi Rp 1.470 per saham.
- Rekomendasi: Trading Buy
- Support: Rp 1.440
- Resistance: Rp 1.520
— Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News