IHSG Anjlok 3,05%, Ini Potensi Support Rabu (1/7) dan Penggeraknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (30/6/2026).

IHSG turun 3,05% atau terkoreksi 177 poin ke level 5.643. Pelemahan terjadi di seluruh sektor, dengan tekanan terdalam berasal dari sektor basic materials yang turun 5,54%.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan pergerakan IHSG masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik.


Baca Juga: IHSG Masih Rawan Koreksi pada Rabu (1/7), Ini Rekomendasi Analis

“Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah, seiring pelaku pasar yang masih menunggu kepastian dari berbagai sentimen global,” katanya kepada Kontan, Selasa (30/6/2026).

Dari eksternal, pergerakan bursa saham Asia cenderung mixed. Investor mencermati perkembangan dialog antara Amerika Serikat dan Iran dalam upaya meredakan konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Selain itu, pelaku pasar juga menaruh perhatian pada arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Meskipun pasar mulai mengantisipasi pemangkasan suku bunga tahun ini, langkah tersebut diperkirakan baru akan dilakukan pada September.

Dari dalam negeri, pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.

Nico menilai, depresiasi rupiah terjadi di tengah ekspektasi pasar bahwa kebijakan moneter global masih akan ketat dalam waktu dekat. Di sisi lain, pasar belum merespons positif komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

“Pasar juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, dan aktivitas manufaktur yang akan menjadi indikator arah ekonomi ke depan,” imbuhnya.

Untuk perdagangan Rabu (1/7/2026), Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan kisaran pergerakan di level 5.520 hingga 5.740.

Baca Juga: IHSG Masih Tertekan, Cermati Sektor yang Berpotensi Bangkit di Semester II-2026

Adapun sentimen utama yang akan dicermati pelaku pasar berasal dari data ekonomi Amerika Serikat, antara lain rilis Conference Board Consumer Confidence, Present Situation, serta JOLTS Job Openings.

Sementara itu, dari sisi pergerakan saham, Indeks LQ45 juga tercatat melemah pada perdagangan hari ini. Beberapa saham yang masih mencatatkan penguatan antara lain CPIN, PGEO, WIFI, ICBP, dan UNVR. Sedangkan saham yang mengalami tekanan di antaranya ESSA, BRPT, MDKA, DEWA, dan CUAN.

Di luar indeks utama, saham-saham yang mencatatkan kenaikan signifikan di antaranya PEGE, AYLS, BOBA, ESTA, dan ELPI. Sementara saham dengan penurunan terdalam antara lain SAME, MMIX, EPAC, PANS, dan TALF.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News