IHSG Anjlok 4,31% Awal Perdagangan Senin (18/5), Ini Respons Menkeu Purbaya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,31% ke level 6.433,81 pada perdagangan Senin pagi (18/5/2026) di tengah tekanan sentimen global dan pelemahan rupiah.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dipengaruhi sentimen pasar jangka pendek dan belum mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.

Merespons pelemahan IHSG tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fondasi ekonomi Indonesia masih kuat. Menurutnya, gejolak yang terjadi di pasar keuangan lebih disebabkan faktor sentimen sementara.


“Nggak apa-apa nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen yang agak pendek,” ujar Purbaya kepada awak media saat ditemui di Bandara Halim, Senin (18/5/2026).

Purbaya mengatakan pemerintah akan fokus menjaga stabilitas ekonomi agar tekanan di pasar keuangan tidak berdampak terhadap aktivitas ekonomi nasional secara lebih luas.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, Bank Tanah Alokasikan Ratusan Hektare Lahan

“Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan perkembangan ekonomi tidak terganggu,” katanya.

Selain menjaga fundamental ekonomi, pemerintah juga akan mulai melakukan langkah lebih agresif di pasar obligasi guna menjaga stabilitas pasar keuangan dan mengantisipasi potensi capital outflow.

“Nanti kita juga akan masuk ke bond market, mulai hari ini. Himbara juga sudah masuk tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi,” ujarnya.

Menurut Purbaya, intervensi di pasar obligasi diperlukan untuk menjaga harga obligasi pemerintah tetap stabil sehingga investor asing tidak melakukan aksi jual akibat kekhawatiran capital loss.

“Sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun,” katanya.

Ia menambahkan, stabilitas pasar obligasi diharapkan turut membantu menopang nilai tukar rupiah yang saat ini berada dalam tekanan.

“Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” tutup Purbaya.

Baca Juga: Rupiah Tertekan, Purbaya Perkuat Intervensi Pasar Surat Utang

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI hingga pukul 10.00 WIB, IHSG melemah 4,31% ke level 6.433,81. Pelemahan indeks dipicu tekanan pada sejumlah sektor utama, terutama sektor barang baku, infrastruktur, perindustrian, transportasi, dan energi.

Aktivitas perdagangan di BEI tercatat cukup tinggi. Volume perdagangan saham mencapai 13,20 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,99 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 664 saham melemah dan menjadi pemberat IHSG. Sementara itu, hanya 74 saham menguat dan 74 saham lainnya bergerak stagnan.

Tekanan terhadap IHSG juga dipicu anjloknya sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tercatat bergantian menjadi top losers dalam indeks LQ45.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News