IHSG Anjlok 4,88% pada Senin (2/2), Ini Pesan OJK untuk Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk pada perdagangan awal pekan ini. IHSG sudah rontok sejak perdagangan dibuka hari ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG ambruk 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73 pada penutupan perdagangan,Senin (2/2/2026).

Pejabat sementara Ketua dan Wakil Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi turut menyoroti pelemahan indeks di awal pekan ini. Ia menilai, di balik penurunan IHSG masih terdapat sejumlah sentimen positif, terutama dari sisi aliran dana asing.


"Ternyata setelah empat hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp 654,9 miliar," kata Friderica di gedung BEI, Senin (2/2).

Baca Juga: BEI dan KSEI Perluas Klasifikasi Tipe Investor, Target Rampung April 2026

Friderica juga bilang penurunan IHSG sejalan dengan pergerakan indeks di regional yang melemah seperti indeks di Korea Selatan, Hong Kong India, Singapura dan China. Selain itu, emas juga mengalami pelemahan. Oleh karena itu, kondisi pasar perlu dilihat dalam konteks global yang lebih luas.

Friderica juga menilai tekanan indeks kali ini lebih banyak dipicu oleh koreksi pada saham-saham yang sebelumnya telah mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Kondisi ini mencerminkan investor tengah melakukan penyesuaian atau rebalancing portofolio.

Sementara itu, sejumlah saham dengan fundamental yang baik masih mencatatkan kenaikan, meskipun terbatas. Hal ini menunjukkan investor tetap menaruh minat pada emiten dengan kinerja dan prospek yang solid.

"Jadi ini satu hal yang positif bahwa investor melihat untuk saham-saham yang fundamentalnya bagus mengalami kenaikan hari ini tetapi saham-saham yang turun hari ini kebanyakan adalah dari saham-saham memang secara harganya sudah naiknya terlalu tinggi," tambahnya.

OJK bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) terus memastikan perdagangan di pasar modal berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. OJK juga mengimbau investor untuk tidak panik menghadapi volatilitas pasar.

"Kalau investasi di pasar modal itu kan melihat jangka panjang, melihat fundamental kita baik dan kita melihat prospek ke depan sangat baik. Jadi tolong jangan panik ya tetap tenang dan kita semua disini OJK, SRO, we are doing our job kita memastikan semuanya dapat dilaksanakan dengan baik begitu ya," tutupnya.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Cermati Saham Rekomendasi Analis untuk Selasa (3/2)

Selanjutnya: Pemogokan Massal Transportasi Umum Lumpuhkan Kota-Kota Besar di Jerman

Menarik Dibaca: Ini 5 Aset Kripto Top Gainers saat Pelemahan Pasar Tak Terbendung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News