IHSG Anjlok, BEI Klaim Kinerja Fundamental Emiten Tetap Kuat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum lepas dari tekanan jual. Pada perdagangan Kamis (4/6) pukul 15:08 WIB, IHSG berada di level 5.820,56 atau melemah 2,03% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. 

Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengimbau investor untuk mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental dan berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor. 

Secara fundamental, kata Jeffrey, kondisi kinerja perusahaan tercatat di BEI masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Per akhir 2025, emiten di BEI membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 21%.   


Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,45% ke Rp 18.049 per Dolar AS pada Kamis (4/6) “Kalau dilihat perkembangannya sampai dengan kuartal I-2026, khususnya untuk saham-saham dalam indeks LQ45 mengalami pertumbuhan laba bersih hampir 30% atau 29,9%,” jelasnya di Gedung BEI, Kamis (4/6/2026). 

Jeffrey menjelaskan berdasarkan distribusi laba bersihnya ada 80% emiten yang membukukan laba bersih per Kuartal I-2026. Dia menyebut angka tersebut menjadi tertinggi selama lima tahun terakhir. 

“Kalau dilihat pada 2020 hanya ada 63% perusahaan tercatat membukukan laba bersih. Di mana pada 2021–2025 presentasi distribusinya antara 73%–76% emiten yang membukukan keuangan,” kata dia.

Jeffrey bilang angka tersebut menunjukkan bahwa fundamental dari emiten yang ada di BEI dalam kondisi baik. Menurutnya, hal ini dapat dijadikan landasan untuk mengambil keputusan bagi para investor. 

Selain itu, Jeffrey juga menegaskan semua kebijakan yang sudah diambil terkait pergerakan pasar di 2025, yakni buyback tanpa RUPS dan penundaan pelaksanaan short selling masih berlaku sampai saat ini. 

Dia juga berharap investor dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Jeffrey menegaskan tangkapan layar yang seolah-olah MSCI menempatkan Indonesia ke frontier market adalah informasi yang salah. 

“Terkait dengan MSCI yang dapat kami sampaikan dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market,” ucapnya. 

Baca Juga: Harga Minyak WTI Naik ke US$ 95,26 per Barel, Berpeluang Bertahan di Level Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News