KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (12/1/2026) sempat terjun tajam sekitar pukul 14.30 WIB, sebelum akhirnya rebound meski belum kembali ke posisi awal. Hampir semua saham mengikuti pola ini, termasuk AMMN, ASII, BBNI, dan BREN, menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi. Pengamat pasar modal, Irwan Ariston, menjelaskan hingga saat ini belum ada penyebab tunggal yang pasti di balik koreksi tajam IHSG. “Sejauh ini, yang terlihat masih sebatas dugaan sementara, terutama terkait sentimen global. Kenaikan tajam harga emas hari ini menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati, kemungkinan dipengaruhi perkembangan geopolitik, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump soal Iran dan Greenland,” ujarnya kepada Kontan, Senin (12/1/2026). Di sisi domestik, Irwan menilai tekanan IHSG pada sesi II masih perlu dicermati lebih lanjut melalui data transaksi dan arus dana. “Belum bisa dipastikan apakah pergerakan ini lebih dipengaruhi faktor teknikal, likuiditas, atau aliran dana tertentu,” tambahnya.
IHSG Anjlok, Ini Saham dan Faktor Fundamental yang Jadi Penyebab
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (12/1/2026) sempat terjun tajam sekitar pukul 14.30 WIB, sebelum akhirnya rebound meski belum kembali ke posisi awal. Hampir semua saham mengikuti pola ini, termasuk AMMN, ASII, BBNI, dan BREN, menunjukkan volatilitas pasar yang tinggi. Pengamat pasar modal, Irwan Ariston, menjelaskan hingga saat ini belum ada penyebab tunggal yang pasti di balik koreksi tajam IHSG. “Sejauh ini, yang terlihat masih sebatas dugaan sementara, terutama terkait sentimen global. Kenaikan tajam harga emas hari ini menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati, kemungkinan dipengaruhi perkembangan geopolitik, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump soal Iran dan Greenland,” ujarnya kepada Kontan, Senin (12/1/2026). Di sisi domestik, Irwan menilai tekanan IHSG pada sesi II masih perlu dicermati lebih lanjut melalui data transaksi dan arus dana. “Belum bisa dipastikan apakah pergerakan ini lebih dipengaruhi faktor teknikal, likuiditas, atau aliran dana tertentu,” tambahnya.