IHSG bepotensi menguat pada Senin (7/12)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 12,46 poin atau 0,21% ke level 5.810,48 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/12). Jika dilihat dalam sepekan, IHSG menguat 0,47%. 

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menyatakan, pelemahan IHSG diakibatkan oleh aksi profit taking setelah menguat signifikan di awal minggu dan di bulan November 2020. "Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG adalah sentimen positif dari data PMI dan data inflasi yang menunjukkan perbaikan, serta kenaikan harga-harga komoditas batubara dan CPO," tutur Hendriko, Sabtu (5/12).

Selain itu dari global, katalis positif datang dari perkembangan vaksin Covid-19. Hendriko bilang, keberlanjutan tren kenaikan harga komoditas dunia masih akan mewarnai pergerakan IHSG pada Senin (7/12).


Baca Juga: IHSG berpeluang menguat, tetap waspada koreksi

"Sentimen window dressing, perkembangan vaksin Covid-19 dan pertumbuhan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia akan mempengaruhi pergerakan IHSG pekan depan," tambah Hendriko. Dia memproyeksi IHSG berpotensi menguat dengan support pada 5.756 dan resistance pada 5.850 pada perdagangan Senin (7/12).

Hendriko menyarankan investor untuk dapat memanfaatkan kesempatan pelemahan ini untuk melakukan buy on weakness.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menambahkan, berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance berada pada 5.769,53 hingga 5.874,89. Berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI mulai menunjukkan sinyal yang positif.

Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Baca Juga: Wall Street cetak rekor tertinggi, terkerek optimisme paket stimulus AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati