IHSG Bergejolak, Ini Rekomendasi Instrumen Defensif dari Ajaib Sekuritas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Di tengah ketidakpastian pasar saham tersebut, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menilai investor dapat mulai mengarahkan alokasi dana ke instrumen yang lebih defensif di luar pasar saham, seperti Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), maupun obligasi.

Menurut Ratih, untuk horizon investasi jangka pendek, kondisi suku bunga yang masih relatif tinggi membuat RDPU menjadi salah satu pilihan yang menarik.


Kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga demi menjaga stabilitas rupiah, ditambah sikap The Fed yang masih menahan suku bunga acuannya, membuat instrumen berbasis deposito dan pasar uang tetap diuntungkan oleh tingkat bunga yang tinggi.

Baca Juga: IHSG Bergejolak: Emas, SBN Ritel, dan Reksadana Bisa Jadi Pilihan Aset Safe Haven

Pergerakan Wall Street yang cenderung terbatas juga mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar global setelah The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%.

Sementara untuk jangka menengah, arah kebijakan moneter global dinilai akan sangat dipengaruhi oleh proses nominasi calon Ketua The Fed pengganti Jerome Powell pada Mei 2026.

Kevin Warsh, mantan anggota Dewan Gubernur The Fed yang dikenal memiliki pandangan lebih dovish dan mendukung suku bunga lebih rendah, disebut sebagai kandidat kuat.

"Kondisi ini dapat menjadi peluang bagi obligasi tenor panjang, mengingat secara historis harga obligasi cenderung naik ketika The Fed mulai menurunkan suku bunga," kata Ratih kepada Kontan, Senin (2/2/2026) malam.

Di tengah volatilitas pasar, Ratih menyarankan investor untuk mencermati kinerja RDPT dan obligasi yang mengacu pada indeks INDOBEx, yang mencerminkan total return sekaligus yield obligasi.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas Rabu (4/2), Ini Rekomendasi Analis

Per 2 Februari 2026, obligasi Indonesia tercatat membukukan total return tahunan sebesar 11,35%, dengan effective yield mencapai 6,08% per tahun. Sementara itu, dalam memilih RDPU, investor dapat menjadikan suku bunga deposito di kisaran 4,25%–5% sebagai acuan pembanding.

"Sebisa mungkin memilih instrumen yang ada di atas return tersebut," ujarnya.

Ratih menambahkan, investor dengan profil konservatif dapat mempertimbangkan RDPU yang menawarkan stabilitas nilai dan likuiditas tinggi.

Adapun investor dengan profil moderat dapat melirik RDPT maupun Reksa Dana Campuran (RDC) guna memperoleh potensi imbal hasil yang lebih optimal.

Sementara itu, investor agresif masih dapat mengalokasikan dana pada saham berkapitalisasi besar maupun Reksa Dana Saham (RDS) untuk mengejar potensi pertumbuhan jangka panjang, meski dengan tingkat fluktuasi yang lebih tinggi.

Selanjutnya: Ekspor Furnitur Tumbuh, Pelaku Industri Waspadai Banjir Produk Asing

Menarik Dibaca: Waspada Kolesterol Tinggi Mengintai, 5 Jus Ini Bisa jadi Solusi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News