IHSG Bergejolak, Mirae Asset Ajak Investor Tetap Disiplin Bertransaksi
Jumat, 08 Mei 2026 10:00 WIB
Oleh: Adv Team | Editor: Indah Sulistyorini
KONTAN.CO.ID - Jakarta, Mei 2026 - Ketidakpastian di pasar keuangan global yang masih membayangi sepanjang paruh pertama 2026 mendorong sebagian investor mengambil sikap lebih berhati-hati. Di tengah kondisi tersebut, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat pentingnya investor retail untuk tetap mempertimbangkan risiko sekaligus peluang dalam setiap keputusan investasi. Volatilitas pasar saham domestik yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global dan ketegangan geopolitik membuat sebagian investor memilih posisi wait and see. Namun, Mirae Asset Sekuritas menilai kondisi ini juga membuka peluang bagi investor untuk tetap aktif bertransaksi dengan strategi yang lebih terukur. Head of Retail Business Division PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Prisa Ngadianto mengatakan bahwa menjaga partisipasi investor di tengah volatilitas merupakan hal yang penting bagi dinamika pasar. Menyeimbangkan toleransi risiko dengan orientasi peluang jangka panjang adalah strategi yang tepat bagi investor retail.
“Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, justru penting bagi investor untuk tetap aktif agar dapat memanfaatkan momentum. Kuncinya adalah bertransaksi secara disiplin dan terukur, bukan menunggu kondisi pasar sepenuhnya stabil,” ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, Mirae Asset Sekuritas menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendorong aktivitas transaksi nasabah, salah satunya melalui program Trade Back 2026. Program ini memberikan cashback dalam bentuk produk reksa dana dan logam mulia bagi nasabah yang aktif bertransaksi. Program ini bertujuan mendorong diversifikasi portofolio investor saham ritel.
Dok : Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Program Trade Back 2026 berlangsung mulai 27 April hingga 31 Juli 2026 dan dapat diikuti melalui aplikasi M-STOCK, NEO HOTS, maupun HOTS PC. Nasabah, baik baru maupun existing, dapat berpartisipasi dengan mendaftarkan rekening efek reguler melalui menu yang tersedia di aplikasi. “Melalui program ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi nasabah yang tetap aktif bertransaksi, sekaligus mendorong mereka untuk mulai mengenal instrumen investasi lain seperti reksa dana sebagai bagian dari diversifikasi portofolio,” tambah Prisa. Seiring dengan pertumbuhan jumlah investor ritel di Indonesia, yang tercermin dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang telah melampaui 13 juta per awal 2026, tantangan industri saat ini tidak hanya pada peningkatan jumlah investor, tetapi juga menjaga konsistensi aktivitas transaksi, terutama dalam kondisi pasar yang berfluktuasi.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Mirae Asset Sekuritas berharap dapat mendorong investor untuk tetap aktif sekaligus memperluas pemahaman terhadap berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar. Selain mendorong aktivitas transaksi, perusahaan juga memberikan pendampingan melalui Investment Specialist yang dapat diakses secara langsung oleh investor. “Ke depan, kami melihat partisipasi investor ritel akan tetap menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga likuiditas pasar. Oleh karena itu, edukasi serta pendampingan melalui Investment Specialist secara berkelanjutan akan terus menjadi fokus kami,” tutup Prisa. Dengan periode program yang berlangsung hingga akhir Juli 2026, Mirae Asset Sekuritas berharap momentum ini dapat dimanfaatkan investor untuk tetap berpartisipasi di pasar secara konsisten. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News