IHSG Bergerak Fluktuatif di Awal Perdagangan Jumat (10/7), ANTM Pimpin Penguatan LQ45



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Jumat (10/7/2026). Setelah sempat dibuka menguat, IHSG berbalik melemah tipis meski mayoritas bursa saham Asia bergerak di zona hijau.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.11 WIB, IHSG turun 0,05% atau 3,246 poin ke level 5.909,196. Sebanyak 315 saham menguat, 160 saham melemah, dan 213 saham bergerak stagnan.

Tiga sektor yang paling membebani pergerakan IHSG adalah IDX-Industry yang turun 0,53%, disusul IDX-Health sebesar 0,11%, serta IDX-Infra yang melemah 0,06%.


Baca Juga: Rupiah Tertekan, Begini Prospek Saham Kalbe Farma (KLBF) hingga Akhir 2026

Di jajaran saham LQ45, pelemahan terbesar dialami:

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 2,11% ke Rp 1.390.
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melemah 1,59% ke Rp 2.470.
  • PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 1,43% ke Rp 4.810.
Sementara itu, saham LQ45 dengan penguatan terbesar adalah:

  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,11% ke Rp 2.910.
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 1,96% ke Rp 4.690.
  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 1,89% ke Rp 6.750.
Baca Juga: Debut di Bursa Efek Indonesia, Saham Rans Entertainment (RANS) Langsung ARA

 
ANTM Chart by TradingView

Mengacu pada riset Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar pada hari ini mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dan nilai tukar rupiah, serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes).

BRI Danareksa menilai risalah tersebut mengindikasikan suku bunga Amerika Serikat berpotensi bertahan di level tinggi lebih lama (higher for longer), yang dapat memengaruhi arus dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Level support berada di 5.805, sedangkan resistance psikologis berada di 6.000. Penembusan level tersebut dinilai menjadi konfirmasi awal berlanjutnya momentum penguatan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa bergerak menguat pada perdagangan Jumat. Sentimen positif didorong reli saham-saham semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI), meski ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Dipimpin Sektor Chip Jumat (10/7), Abaikan Konflik AS-Iran

"Saya terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan situasinya memang tidak terlihat baik. Namun, investor tampaknya sangat tangguh menghadapi risiko tersebut, dengan saham teknologi kembali menjadi pendorong utama kenaikan pasar," ujar Chief Market Strategist ATFX Global Nick Twidale dilansir dari Reuters.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melonjak 1,8%, sementara indeks KOSPI Korea Selatan naik 2,4% pada awal perdagangan. Saham produsen chip seperti SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing menguat sekitar 3%.

Kenaikan tersebut mendorong indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang menguat 0,76%. Meski demikian, Twidale mengingatkan pasar kemungkinan belum sepenuhnya memperhitungkan risiko apabila Selat Hormuz kembali ditutup dalam beberapa hari ke depan, yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News