KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan hari ini (10/2/2026), meskipun masih dibayangi aksi jual investor asing. Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 96,61 poin atau 1,22% ke 8.031,87 pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026). Namun demikian, investor asing masih mencatatkan
net foreign sell sebesar Rp 599,51 miliar di pasar reguler.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai penguatan IHSG tersebut didorong oleh
technical rebound pada saham-saham konglomerasi serta menguatnya saham-saham komoditas emas.
Baca Juga: Wall Street Reli: Indeks S&P 500 dan Nasdaq Ditopang Sektor Teknologi yang Bangkit Dari sisi fundamental domestik, sentimen pasar juga terbantu oleh kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 yang meningkat ke level 127, tertinggi dalam 12 bulan terakhir. Capaian tersebut mencerminkan daya beli dan optimisme konsumen domestik yang masih solid. Selain itu, penguatan bursa regional Asia turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan pasar saham domestik. “Secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang lanjutan penguatan terbatas selama mampu bertahan di atas area support 7.920,” ujar Reza kepada Kontan, Senin (9/2/2026) malam. Reza menambahkan, pada perdagangan Selasa (10/2), IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 7.920 dan resistance krusial di 8.100. Area resistance tersebut menjadi level penting yang perlu ditembus agar penguatan IHSG dapat berlanjut lebih solid. Ke depan, Reza melihat pelaku pasar cenderung bersikap
wait and see sambil menantikan sejumlah sentimen penting.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound ke Level 8.200, Ini Strategi dan Saham Pilihan Analis Di antaranya adalah hasil pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan MSCI yang membahas isu free float, transparansi, serta
investability pasar modal Indonesia.
Selain itu, rilis data penjualan ritel (
retail sales) Indonesia dan Amerika Serikat juga akan menjadi katalis penentu arah pergerakan IHSG selanjutnya, khususnya dalam memengaruhi sentimen risiko global dan aliran dana asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News