IHSG Berpeluang Melanjutkan Kenaikan pada Selasa (18/8)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8/2026).

Namun, investor masih perlu mewaspadai sejumlah risiko yang dapat menekan pasar saham Indonesia, terutama potensi keluarnya dana asing setelah investor mencatat net sell dalam sepekan terakhir.

Pada perdagangan Jumat (14/8), IHSG menguat 1,59% ke level 6.401,89. Secara teknikal, penguatan masih berpeluang berlanjut dengan IHSG diproyeksikan menguji area 6.450-6.480.


Baca Juga: Pasar Respons Positif Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Tanda IHSG Bakal Bullish?

Head of Research & Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, peluang penguatan tersebut didukung sinyal teknikal yang masih positif.

"Stochastic RSI membentuk golden cross di pivot area serta terjadi pelebaran histogram positif MACD," katanya dalam riset yang dirilis Jumat (14/8).

Meski demikian, arah IHSG tidak hanya ditentukan faktor teknikal. Pasar saham Indonesia masih menghadapi risiko dari sentimen global, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) hingga rilis sejumlah data ekonomi utama.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, investor akan mencermati hasil rapat Gubernur Bank Sentral AS, The Fed, serta data PMI manufacturing, services, dan composite AS.

Dari Eropa, perhatian tertuju pada data inflasi consumer price index (CPI) serta PMI manufacturing, services, dan composite. Sementara dari China, investor menanti data penjualan ritel dan produksi industri.

Baca Juga: IHSG Melonjak 1,59% ke 6.401, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan

Risiko lain datang dari dalam negeri. Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pekan ini terkait keputusan suku bunga acuan.

BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 5,75%.

Selain arah suku bunga, investor juga akan melihat dampak pengumuman MSCI terhadap aliran dana ke pasar saham Indonesia. Dalam sepekan terakhir, investor mencatat net sell sebesar Rp 1,58 triliun.

Kondisi tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan meski IHSG masih berpeluang menguat secara teknikal.

Tekanan jual asing dapat membatasi ruang penguatan indeks apabila berlanjut di tengah ketidakpastian sentimen global dan keputusan kebijakan moneter.

Baca Juga: IHSG Melonjak, Jumat (14/8), Tapi Asing Malah Net Sell Rp 1,03 Triliun

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, IHSG diproyeksikan memiliki level support di 6.324 dan resistance di 6.425.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News