IHSG Berpeluang Melemah Pada Selasa (28/2), Dibayangi Rilis Data Ekonomi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,03% atau 1,79 poin ke level 6.854,77 di akhir perdagangan Senin (27/2). Head of Research Jasa Utama Capital Cheril Tanuwijaya menilai, koreksi tipis yang terjadi setelah melemah ke 6.819 karena pelaku pasar melihat adanya peluang The Fed kembali bersikap hawkish.

Untuk Selasa (28/2), Cheril berpandangan bahwa IHSG  masih bergerak konsolidasi melemah dengan kisaran 6.800-6.900. 

"Karena market menanti berbagai rilis data di pekan ini, baik dalam maupun luar negeri," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (27/2).


Baca Juga: IHSG Ditutup Koreksi 0,03% ke 6.854 Pada Senin (27/2), Sektor Infrastruktur Melorot

Di hari Selasa (28/2), pelaku pasar mencermati hasil survei IKK AS dan di pertengahan Minggu dari dalam negeri ada rilis inflasi periode Februari yang diperkirakan akan meningkat seiring kenaikan harga bahan pokok. 

Pada akhir pekan lalu, indikasi inflasi tinggi masih muncul dan membuat pelaku pasar khawatir dengan langkah agresif The Fed.

"Sehingga di pekan ini pelaku pasar mencermati data-data di atas untuk menerka kebijakan The Fed berikutnya," sambungnya.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai penutupan IHSG pada Senin (27/2) membentuk pola spinning bottom. Sejalan dengan pergerakan tersebut, penyempitan negative slope pada MACD berlanjut.

"IHSG diperkirakan bergerak sideways dalam rentang 6.820-6.880 untuk beberapa waktu ke depan dan berpotensi rebound ke 6.870 di Selasa (28/2)," jelasnya.

Dari data ekonomi domestik, pasar mengantisipasi data inflasi Februari 2023 yang diperkirakan ada sedikit peningkatan sebesar 5,28% dari realisasi Januari 2023.

Alrich menilai, saham-saham perbankan, di antaranya BBNI, BMRI, BBCA dan BBRI diperkirakan melanjutkan rebound pada perdagangan Selasa (28/2). Secara teknikal, keempatnya membentuk golden cross di oversold area pada indikator Stochastic RSI.

Baca Juga: Terkerek Rilis Kinerja dan Rencana Dividen, Saham LQ45 Layak Dicermati

Selain itu, rencana aturan terbaru dari pemerintah yang mendukung kemudahan perizinan kegiatan penyelenggaraan acara seni dan olahraga di Indonesia mendorong ekspektasi peningkatan belanja masyarakat. 

Dengan demikian, penyaluran kredit sektor perbankan diperkirakan meningkat.

Ekspektasi peningkatan belanja masyarakat juga turut mendorong penguatan sejumlah saham properti, seperti PWON, CTRA, SMRA dan BSDE. Trading buy untuk memanfaatkan potensi rebound lanjutan jangka pendek dapat diperhatikan.

Sementara Cheril merekomendasikan MPMX, CLEO, dan CTRA. Masing-masing memiliki target harga Rp 1.380, Rp 498, dan Rp 1.030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi