IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Jumat (6/11)



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level psikologis 5.000 setelah ditutup menguat 2,25% ke posisi 5.030,26 pada perdagangan Kamis (5/11/2026).

Namun, penguatan indeks masih ditopang sentimen eksternal, sementara arah pasar selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS).

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, sejumlah sentimen global menopang pergerakan IHSG.


Di antaranya kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela (midterm election) AS serta penurunan harga minyak mentah dunia.

Baca Juga: IHSG Melonjak 2,24% ke 5.030, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing, Kamis (5/11)

Harga minyak Brent tercatat terkoreksi 8,7% ke level US$ 94,62 per barel. Penurunan harga minyak turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 yang mencapai 5,47% secara tahunan (yoy) juga memberikan dorongan. Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 5,18%.

Meski demikian, pelaku pasar masih perlu mencermati kualitas penguatan IHSG. Rebound yang terjadi belum sepenuhnya mencerminkan perubahan tren karena indeks masih menghadapi sejumlah level resistance.

"Apabila mampu breakout 5.127 disertai peningkatan volume, peluang penguatan menuju 5.305 semakin terbuka," ujar Reza.

Baca Juga: IHSG Menguat 2,25% ke 5.030, Analis Proyeksikan Rebound Berlanjut

Menurut dia, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound setelah kembali berada di atas level 5.000. Dalam jangka pendek, indeks diperkirakan menguji area resistance 5.072–5.127.

Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Jumat (6/11). Ia memproyeksikan level support berada di 4.995 dan resistance di 5.041.

Pergerakan indeks akan dipengaruhi pidato sejumlah pejabat The Fed, pengumuman cadangan devisa Indonesia, serta perkembangan harga komoditas.

Selain itu, perhatian pasar tertuju pada rilis data non-farm payrolls dan tingkat pengangguran AS pada Jumat (6/11).

Baca Juga: IHSG Dibuka Melonjak ke 5.056, Top Gainers LQ45: MDKA, INCO, HRTA, Kamis (5/11)

Data ketenagakerjaan tersebut penting karena dapat memengaruhi prospek kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, hingga aliran modal asing ke negara berkembang.

Herditya menyarankan investor mencermati saham ARCI di rentang Rp 1.035–Rp 1.120 per saham, BREN di rentang Rp 2.540–Rp 2.800 per saham, dan INDY di rentang Rp 2.030–Rp 2.250 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News