IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Selasa (8/9)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (8/9/2026).

Setelah tertekan oleh saham-saham berkapitalisasi besar pada perdagangan sebelumnya, arah indeks akan ditentukan oleh sentimen global serta sejumlah data ekonomi yang menjadi perhatian investor.

Pada perdagangan Senin (7/9), IHSG ditutup melemah 16,80 poin atau 0,25% ke level 6.619,67.


Baca Juga: Waspadai Profit Taking, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Jumat (4/9)

Tekanan terutama datang dari saham-saham big caps, khususnya sektor keuangan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang terkoreksi.

Pasar juga masih mencermati ekspektasi terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) setelah rilis data non-farm payroll (NFP) Amerika Serikat.

“Diperkirakan rilis data NFP menguat dan membuat perkiraan sikap The Fed cenderung hawkish ke depannya,” kata Herditya, Senin (7/9).

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menambahkan, selain saham sektor keuangan, sektor kesehatan dan energi masih mampu menjadi penopang IHSG.

Baca Juga: Kinerja Emiten Sawit Ditopang Lonjakan Harga CPO, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Pasar juga mencermati dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan sejumlah bencana di Indonesia terhadap pergerakan saham sektoral.

Dari dalam negeri, kenaikan cadangan devisa Indonesia menjadi US$ 146,5 miliar pada Agustus menjadi sentimen positif bagi pasar.

Menurut Herditya, potensi koreksi IHSG pada perdagangan Selasa cenderung terbatas. Bahkan, indeks masih berpeluang berbalik menguat dengan level support 6.603 dan resistance 6.632.

“Rilis data neraca dagang China dan dampak beberapa bencana di Indonesia bakal memengaruhi arah IHSG,” ujarnya.

Sementara itu, Reza memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.600-6.700, dengan support 6.600 dan resistance 6.700.

Investor juga mulai mengantisipasi rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat pada 11 September 2026 yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah suku bunga The Fed.

Untuk strategi trading, Reza merekomendasikan saham IMPC, TINS, dan KOTA. Ketiganya masing-masing memiliki target harga Rp 1.605-Rp 1.730, Rp 4.610-Rp 4.830, dan Rp 224-Rp 236 per saham.

Baca Juga: IHSG Masih Berpeluang Menguat pada Senin (7/9), Ini Saham Rekomendasi Analis

Adapun Herditya merekomendasikan investor mencermati HRUM dengan target harga Rp 985-Rp 1.015, INKP di Rp 9.250-Rp 9.500, serta MDKA dengan target Rp 2.980-Rp 3.020 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News