KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah sebelumnya tertekan dalam dua hari perdagangan. Penguatan terjadi di tengah penantian investor terhadap rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta pengumuman hasil MSCI August Index Review. IHSG naik 105,93 poin atau 1,69% ke level 6.373,85 pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Penguatan tersebut juga disertai dengan munculnya volume pembelian, menunjukkan adanya peningkatan minat beli investor setelah IHSG sempat terkoreksi pada perdagangan sebelumnya. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, penguatan IHSG terjadi menjelang sejumlah katalis penting dari global maupun domestik.
Baca Juga: Henan Asset Siapkan Strategi Demi Dongkrak Pertumbuhan AUM di Sisa 2026 “IHSG
rebound menjelang dirilisnya data inflasi AS dan
rebalancing indeks MSCI,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (12/8/2026). Menurut Alrich, investor mulai kembali optimistis setelah IHSG selama dua hari perdagangan sebelumnya mengalami tekanan. Pasar kini menantikan data inflasi konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS yang akan menjadi salah satu acuan arah kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, pasar juga mencermati pengumuman hasil MSCI August Index Review yang dijadwalkan Kamis pagi. Sentimen tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil posisi menjelang pengumuman komposisi indeks. Dari sisi teknikal, Alrich melihat IHSG berhasil bertahan di atas area support 6.250-6.270. Setelah itu, indeks berbalik menguat dan ditutup di atas MA5 hingga MA50. “IHSG berhasil bertahan di atas support 6.250-6.270 dan berbalik menguat, ditutup di atas level MA5-MA50,” jelasnya. Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek dan menguji level 6.400 pada perdagangan Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Industri Kripto Dorong Fatwa MUI, Ini Kriteria Aset Kripto yang Halal Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG pada Rabu juga disertai munculnya volume pembelian. “IHSG menguat 1,69% disertai dengan munculnya volume pembelian. Penguatan IHSG terjadi di tengah penantian MSCI dan inflasi AS,” ujarnya. Herditya menilai, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah katalis penting pada perdagangan berikutnya. Selain data inflasi AS dan pengumuman MSCI, investor juga perlu memperhatikan perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang hingga kini belum menunjukkan kesepakatan damai. Untuk perdagangan Kamis (13/8/2026), Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan, meski ruang kenaikannya cenderung terbatas. “IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.324 dan resistance 6.394,” katanya.
Baca Juga: Investor Menanti Keputusan MSCI, Cek Proyeksi IHSG dalam Jangka Pendek hingga Panjang Dengan demikian, pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis akan sangat dipengaruhi oleh respons investor terhadap hasil MSCI August Index Review dan data inflasi AS. Jika kedua katalis tersebut tidak memberikan kejutan negatif, ruang penguatan IHSG masih terbuka. Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan kisaran harga Rp 2.680-Rp 2.800, PT Timah Tbk (TINS) di Rp 3.860-Rp 3.920, serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada kisaran Rp 1.810-Rp 1.915 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News