IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Selasa (10/2), Simak Rekomendasi Analis Berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Selasa (10/2/2026), setelah ditutup rebound pada awal pekan. Sentimen penguatan bursa Asia serta data keyakinan konsumen domestik yang solid masih menopang pergerakan indeks, meski investor tetap bersikap hati-hati terhadap risiko global.

Pada penutupan perdagangan Senin (9/2/2026), IHSG ditutup menguat 1,22% atau bertambah 96,61 poin ke level 8.031,87. Penguatan indeks ditopang oleh sektor basic materials yang melesat 4,41%, sementara sektor healthcare terkoreksi tipis 0,23%.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas indeks saham Asia yang rebound, didorong oleh optimisme pelaku pasar terhadap potensi pelonggaran kebijakan lanjutan bank sentral Amerika Serikat.


Baca Juga: Kena Sanksi OJK, Saham PIPA dan REAL Dinilai Berisiko Suspensi hingga Delisting

“Bursa Asia didominasi penguatan, seiring rebound saham semikonduktor serta optimisme pasar terhadap arah kebijakan The Fed,” ujar Nico kepada Kontan, Senin (9/2/2026).

Dari kawasan Asia, pasar saham China menguat setelah broker setempat menganjurkan investor mempertahankan posisi menjelang libur Tahun Baru Imlek. Selain itu, cadangan devisa China tercatat mencapai US$ 3,399 triliun pada Januari 2026, tertinggi sejak 2015 dan meningkat selama tujuh bulan berturut-turut.

Sementara di Jepang, indeks sektor jasa tercatat turun tipis ke level 47,6 pada Januari 2026, di bawah ekspektasi pasar. Meski demikian, sentimen regional secara umum masih memberikan dukungan bagi pergerakan pasar saham domestik.

Dari dalam negeri, Nico mencatat penguatan IHSG juga didukung oleh kenaikan indeks keyakinan konsumen (IKK) Indonesia yang mencapai 127,0 pada Januari 2026, level tertinggi sejak Januari 2025. Namun, pelaku pasar tetap mencermati risiko setelah Moody’s menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif pada pekan lalu.

Baca Juga: Gas Alam Anjlok, Pergerakan Harga Energi Berbeda Arah

“Pasar masih akan cenderung berhati-hati, terutama menjelang rilis data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) China, yang berpotensi mempengaruhi sentimen global,” jelas Nico.

Untuk perdagangan Selasa (10/2/2026), Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 7.910-8.160. Nico menilai peluang penguatan masih terbuka, namun dengan volatilitas yang tetap perlu diantisipasi.

“Investor disarankan tetap selektif. Saham-saham berbasis komoditas seperti batu bara dan emas masih bisa dicermati di tengah dinamika global,” katanya.

Dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil, Nico menyarankan investor tetap mengedepankan manajemen risiko serta fokus pada saham dengan fundamental solid dan likuiditas terjaga.

Selanjutnya: Istana Buka Suara Soal Kisruh Penonaktifan BPJS Kesehatan

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 10 Februari 2026, Harus Produktif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News