KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Senin (24/5/2026). VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi memperkirakan, IHSG pada Senin (25/5/2026)akan bergerak
mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 5.909 dan resistance 6.305, dengan indikator RSI mulai terjadi pembalikan arah di zona
oversold. Menurut Audi, pasar akan dipengaruhi sentimen pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang mengatakan adanya kemajuan pembicaraan damai dengan Iran, sehingga pasar akan cenderung berspekulasi positif.
Baca Juga: Menilik Dampak Rebalancing FTSE terhadap Pergerakan IHSG Pekan Depan “Dari dalam negeri, pasar akan cenderung
wait and see seiring dengan pergerakan rupiah yang dikhawatirkan melanjutkan pelemahan dan hari bursa yang lebih singkat,” katanya kepada KONTAN, Minggu (24/5/2026). Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menambahkan, IHSG secara teknikal saat ini sudah berada di area support psikologis yang cukup penting, mendekati level terendah saat market shock 2025 di kisaran 5.800–5.900. Dengan kondisi yang sudah cukup
oversold, peluang
technical rebound pada awal pekan tetap terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut. Untuk Senin (25/5/2026), IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 5.900–6.300, dengan area resistance berada di kisaran 6.300–6.400. Menurut Reza, pasar masih akan mencermati perkembangan terkait regulasi sentralisasi ekspor komoditas strategis, terutama mengenai mekanisme dan implementasinya yang sejauh ini masih memunculkan berbagai interpretasi dari sejumlah pihak. Di sisi lain, pasar juga menantikan
rebalancing indeks MSCI yang efektif pada 29 Mei 2026.
Baca Juga: FTSE Russel Coret 4 Saham Indonesia, Dana Asing Bisa Kabur “Potensi
capital outflow masih perlu diwaspadai, khususnya pada saham-saham yang terdampak pengurangan bobot indeks,” paparnya.
Reza merekomendasikan
buy on break di Rp 490 per saham untuk MBMA dengan target resistance Rp 496 - 505 per saham. Rekomendasi beli untuk ESSA dengan target resistance Rp 725 - Rp 750 per saham. Sementara, rekomendasi
trading buy untuk
CPIN dengan target resistance Rp 4.400 - Rp 4.500 per saham. Sedangkan Audi merekomendasikan
speculative buy untuk
INKP dan
MBMA pada perdagangan Senin (25/5/2026). Untuk INKP, support ada di Rp 7.600 per saham dan resistance Rp 8.650 per saham. Sementara, MBMA support ada di Rp 420 per saham dan resistance Rp 550 per saham. Asal tahu saja, IHSG ditutup menguat 67,10 poin atau 1,10% ke 6.162,04 pada akhir perdagangan Jumat (22/5/2026). Meski begitu, IHSG masih mengakumulasi penurunan 8,35% dalam sepekan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News