IHSG Berpeluang Menguji Level 6.700 pada Rabu (9/9), Cek Rekomendasi Saham Berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (9/9/2026), dengan level 6.700 menjadi resistance psikologis yang akan diuji investor.

Pada perdagangan Selasa (8/9/2026), IHSG ditutup menguat 1,01% atau 66,77 poin ke level 6.686,44. Penguatan terjadi di tengah mayoritas bursa saham Asia yang bergerak melemah.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, IHSG berpotensi menguji resistance psikologis 6.700 pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Jika level tersebut berhasil ditembus dan dikonfirmasi sebagai support baru, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.755.


Baca Juga: IPO Lesu, Kiwoom Sekuritas Andalkan Obligasi dan Bisnis Advisory

"Selama IHSG masih bertahan di atas level tersebut, tren jangka pendek masih relatif positif," ujarnya.

Menurutnya, penguatan IHSG juga didukung meredanya kekhawatiran terkait erupsi Gunung Anak Krakatau setelah sejumlah bandara yang sebelumnya ditutup akibat abu vulkanik kembali beroperasi. Kondisi tersebut dinilai memberikan sentimen positif terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas.

Selain itu, saham berbasis komoditas turut menopang indeks seiring penguatan harga tembaga, minyak, dan batubara.

Dari sisi sentimen, investor akan mencermati data retail sales domestik dan inflasi Amerika Serikat (AS). Pergerakan harga komoditas, perkembangan konflik Timur Tengah, serta kondisi bencana dan erupsi juga dinilai berpotensi mempengaruhi pasar.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai penguatan IHSG relatif solid karena terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia justru bergerak melemah. Menurutnya, katalis domestik masih lebih dominan, terutama optimisme terhadap fundamental makro ekonomi Indonesia setelah posisi cadangan devisa Agustus 2026 tetap kuat.

"Namun, pelemahan bursa regional belum terlalu berdampak terhadap IHSG karena katalis domestik saat ini relatif lebih dominan," katanya.

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) Ungkap 3 Katalis yang Bakal Topang Pertumbuhan Kinerja

Nafan memproyeksikan IHSG memiliki level support di 6.611 dan 6.552, dengan resistance di 6.780 dan 6.876.

Dari sisi global, pasar masih mencermati arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed), inflasi AS, pergerakan imbal hasil US Treasury, serta kenaikan harga minyak yang mendekati US$100 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

Untuk perdagangan jangka pendek, Reza merekomendasikan saham MBMA dengan area beli Rp 550–Rp 560 dan target Rp 570–Rp 585, LSIP pada area Rp 1.690–Rp 1.710 dengan target Rp 1.730–Rp 1.760, serta ERAA pada area Rp 570–Rp 590 dengan target Rp 605–Rp 630.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News