IHSG berpeluang naik, tetap waspada koreksi



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, diperkirakan cenderung menguat. Berdasarkan survei KONTAN, tujuh dari 10 analis pasar modal memprediksikan bahwa indeks berpeluang menanjak lagi (Harian KONTAN, Selasa 16 Mei 2017).

Median support IHSG hari ini berada pada level 5.645 dan resistance pada 5.719. IHSG berpotensi melanjutkan penguatan setelah lonjakan menjelang akhir perdagangan dan menguat 0,24% ke level 5.688,87 kemarin.

Kenaikan IHSG ditopang volume perdagangan 9,07 miliar saham dan nilia transaksi Rp 7,07 triliun. Frekuensi perdagangan di awal pekan cenderung lebih sepi ketimbang rata-rata harian.


Lonjakan IHSG di akhir perdagangan ini beberapa kali terjadi pada 2017. "Sepertinya ditarik big caps saham perbankan dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)," kata Bima Setiaji, analis NH Korindo Securities kepada KONTAN.

Kemarin, harga saham UNVR melonjak menjelang penutupan perdagangan dan menguat 2,56% ke level Rp 48.000 ketimbang akhir pekan lalu. UNVR menjadi pendorong gerak IHSG, disusul saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang menanjak 1,96% ke Rp 14.300 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 1,39% ke level Rp 18.250.

Ketiga saham tersebut dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merupakan beberapa saham yang terkerek pada akhir perdagangan. Keempat saham ini pun mencetak pembelian bersih terbesar oleh investor asing.

Karena adanya crossing saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) senilai Rp 1,23 triliun, asing mencatat penjualan bersih secara total Rp 739,82 miliar di seluruh pasar. Aksi penjualan saham TPIA oleh investor asing ke investor domestik ini dilakukan oleh broker Bahana Securities.

Meski IHSG berpotensi menguat, tetap waspada koreksi. Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, candle membentuk pola bearish dragonfly doji star yang menguatkan sinyal pelemahan. Kinerja ekspor dan impor bulan April yang turun bisa memperberat potensi kenaikan IHSG hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati