IHSG Berpeluang Rebound, Manajer Investasi Cermati Saham Bervaluasi Menarik



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan teknikal pada perdagangan berikutnya. Meski pasar masih bergejolak, koreksi harga saham dinilai dapat membuka peluang investasi bagi investor yang mencermati valuasi dan fundamental emiten.

IHSG ditutup menguat 5,65% atau 282,28 poin ke level 5.278,89 pada Selasa (20/10/2026), setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Kendati demikian, penguatan tersebut belum menjadi konfirmasi pembalikan tren pasar saham.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memperkirakan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan teknikal pada perdagangan berikutnya. Namun, peluang tersebut bergantung pada kemampuan indeks bertahan di area penopang terdekat.


“Menurut saya, IHSG besok berpotensi melanjutkan technical rebound dan menguji resistance terdekat di 5.318–5.400. Sementara itu, support berada di 5.150–5.185. Selama support tersebut bertahan, peluang rebound masih terbuka, meski pembalikan tren belum terkonfirmasi,” ujar Reza kepada Kontan, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga: BEI Paparkan Kriteria Saham HSC yang Bisa Kembali Masuk IHSG

Di tengah fluktuasi pasar, sebagian investor masih melihat koreksi harga saham sebagai peluang untuk berinvestasi melalui reksadana saham. Direktur Batavia Prosperindo Asset Management Eri Kusnadi mengatakan, valuasi saham yang menarik menjadi salah satu pertimbangan investor dalam memanfaatkan kondisi pasar saat ini.

Menurut Eri, setiap jenis reksadana memiliki segmen investor masing-masing. Ia menyebut reksadana pasar uang secara keseluruhan masih cukup bertahan sepanjang tahun ini.

“Untuk money market, kita secara total cukup bertahan tahun ini,” ujar Eri.

Dalam mengelola portofolio, Batavia Prosperindo Asset Management tetap mengutamakan kualitas perusahaan dan prospek pendapatannya. Kemampuan emiten menghasilkan pendapatan yang dapat diproyeksikan dengan baik menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan saham.

“Kami terus fokus pada fundamental dan kualitas perusahaan yang baik dengan earnings visibility yang baik pula,” tutur Eri.

Senada, Head of Equity PT BNP Paribas Asset Management Amica Darmawan melihat sejumlah saham saat ini menawarkan valuasi yang menarik. Ia melihat peluang pada emiten dengan kepemilikan asing relatif rendah serta potensi imbal hasil yang baik bagi pemegang saham.

“Kami melihat sejumlah saham telah berada pada valuasi yang menarik, terutama emiten dengan kepemilikan asing yang relatif rendah dan potensi total shareholder return yang baik melalui dividen maupun buyback,” ujar Amica.

Untuk diketahui, berdasarkan data Infovesta per 30 September 2026, indeks reksadana saham turun 5,47% secara bulanan, sedangkan indeks reksadana campuran terkoreksi 2,62%. Sementara itu, indeks reksadana pendapatan tetap tidak berubah dan indeks reksadana pasar uang naik 0,42%. 

Baca Juga: OJK Kebut Penyempurnaan Reformasi Pasar Modal Jelang Tenggat MSCI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News