IHSG Berpeluang Rebound Setelah Kemarin Ambruk, Cek Saham Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (11/8/2026).

Sentimen global memburuk akibat memanasnya hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran, sementara investor memilih menahan transaksi menjelang review MSCI yang berpotensi memengaruhi arah aliran dana asing di pasar saham Indonesia.

IHSG ditutup melemah 1,53% atau 97,49 poin ke level 6.267,88. Indeks bergerak di zona merah sepanjang perdagangan.


Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, tekanan IHSG sejalan dengan pelemahan bursa global dan Asia. Investor juga masih mencermati perkembangan perundingan damai AS dan Iran yang belum menemukan titik temu.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Senin (10/8), Cek Saham Rekomendasi Analis

Ketidakpastian tersebut kembali mendorong harga minyak ke kisaran US$ 84-US$ 89 per barel. Di sisi lain, harga emas melemah ke sekitar US$ 4.370 per troi ons, sementara rupiah turut bergerak melemah.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai, tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari kembali memanasnya hubungan AS dan Iran. Tuntutan kompensasi dari AS dinilai berpotensi memperumit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Dampaknya langsung terlihat pada harga minyak, sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global," ujar Reza kepada KONTAN, Selasa (11/8/2026).

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian pasar karena berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah kebijakan moneter sejumlah negara.

Baca Juga: IHSG Rawan Koreksi Jelang Evaluasi Indeks MSCI, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Dari dalam negeri, sebenarnya terdapat perbaikan pada data penjualan ritel Juni 2026. Kontraksi penjualan ritel menyempit menjadi 3,0% secara tahunan dari 3,9% pada Mei. Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh 0,7% dan mencatat pertumbuhan bulanan pertama dalam tiga bulan.

Namun, perbaikan ekonomi domestik tersebut belum cukup kuat untuk meredam tekanan dari sentimen eksternal. Investor juga cenderung mengambil posisi wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus yang berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan IHSG dan arus dana asing.

Selain MSCI, pasar mulai mencermati pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurut Reza, perkembangan tersebut dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

"Pasar mulai mencermati pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, yang dapat memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter ke depan," ungkap Reza.

Baca Juga: Kinerja Emiten Kawasan Industri Beragam, Simak Saham Rekomendasi Analis

Untuk perdagangan Rabu (12/8/2026), Herditya memperkirakan IHSG memiliki peluang rebound terbatas. Ia menempatkan level support di 6.246 dan resistance di 6.275.

Sementara itu, Reza melihat peluang technical rebound dengan area support 6.200-6.240 dan resistance 6.300-6.385.

Di tengah volatilitas pasar, Reza merekomendasikan investor mencermati saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT WIR Asia Tbk (WIRG).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News