KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,58% ke level 8.884,72 pada perdagangan Senin (12/1/2026), setelah sempat menyentuh low intraday di area 8.715. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar di tengah kombinasi sentimen domestik dan global. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menjelaskan, kekhawatiran pasar terhadap pelebaran defisit APBN, yang mendekati 3%, dibaca sebagai sentimen negatif bagi aset keuangan Indonesia. “Tekanan dari isu defisit APBN ditambah pelemahan rupiah ke sekitar Rp16.833 per dolar AS membuat risk appetite investor melemah,” ujar Reza kepada Kontan, Senin (12/1/2026). Ia menambahkan, tensi geopolitik global turut memperkuat sikap risk-off. Intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela serta memanasnya situasi di Iran memicu peningkatan volatilitas di pasar keuangan global. Pernyataan Donald Trump yang menyebut AS sedang meninjau berbagai opsi terkait Iran turut mendorong kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi dunia.
IHSG Berpeluang Rebound Terbatas pada Selasa (13/1), Ini Saham Rekomendasi Analis
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,58% ke level 8.884,72 pada perdagangan Senin (12/1/2026), setelah sempat menyentuh low intraday di area 8.715. Pelemahan ini mencerminkan meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar di tengah kombinasi sentimen domestik dan global. Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menjelaskan, kekhawatiran pasar terhadap pelebaran defisit APBN, yang mendekati 3%, dibaca sebagai sentimen negatif bagi aset keuangan Indonesia. “Tekanan dari isu defisit APBN ditambah pelemahan rupiah ke sekitar Rp16.833 per dolar AS membuat risk appetite investor melemah,” ujar Reza kepada Kontan, Senin (12/1/2026). Ia menambahkan, tensi geopolitik global turut memperkuat sikap risk-off. Intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela serta memanasnya situasi di Iran memicu peningkatan volatilitas di pasar keuangan global. Pernyataan Donald Trump yang menyebut AS sedang meninjau berbagai opsi terkait Iran turut mendorong kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan energi dunia.
TAG: