KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026). IHSG tercatat naik 1,37% ke level 6.319,61. Penguatan IHSG ditopang oleh kombinasi sentimen global dan domestik, termasuk meredanya kekhawatiran geopolitik serta stabilnya kondisi makroekonomi dalam negeri. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, secara teknikal IHSG saat ini berada dalam fase akumulasi yang berpotensi melanjutkan tren
bullish.
Baca Juga: Merdeka Copper Gold (MDKA) Siapkan Dana Rp 1,5 Triliun Lunasi Obligasi Jatuh Tempo “Secara teknikal, tren pergerakan IHSG berada dalam periode akumulasi prior dalam rangka ekspansi dengan membentuk momentum
bullish,” ujar Nafan kepada Kontan, Selasa (4/8/2026). Meski demikian, sejumlah indikator seperti
Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif, meskipun didukung oleh penguatan volume transaksi. Dari sisi fundamental, valuasi pasar saham Indonesia dinilai masih menarik dibandingkan pasar regional. “Valuasi saham Indonesia relatif menarik dengan P/E di level 9,30 kali, sehingga masih berpotensi menarik minat investor secara bertahap,” jelasnya. Dari eksternal, sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat terkait rencana negosiasi dengan Iran. Hal ini turut menekan harga minyak dunia. Koreksi harga minyak tersebut dinilai membantu meredakan risiko inflasi global, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham. Sementara dari domestik, inflasi Indonesia yang tetap stabil turut menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas moneter. Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan suksesi Gubernur Bank Indonesia serta kebijakan fiskal pemerintah. Nafan menambahkan, pelaku pasar juga menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 sebagai katalis tambahan.
Baca Juga: IHSG Melonjak 1,37% ke 6.319, Top Gainers LQ45: INDY, MDKA, ADMR, Selasa (4/8) Untuk perdagangan Rabu (5/8/2026), Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan kecenderungan menguat. “IHSG berpotensi bergerak pada support di 6.254 dan 6.130, serta resistance di 6.358 dan 6.454,” paparnya. Ia juga merekomendasikan investor untuk melakukan akumulasi secara selektif. “Akumulasi pada saham dengan fundamental solid, fokus pada saham undervalued dan yang menunjukkan pembalikan tren, serta tetap disiplin dalam manajemen risiko,” tambahnya. Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai penguatan IHSG masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek. “IHSG rebound dan ditutup di atas level 6.300,” ujarnya. Ia menambahkan, secara teknikal terdapat pelebaran histogram positif MACD serta indikasi reversal pada Stochastic RSI. “Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji resistance di level 6.350 hingga 6.400,” jelasnya. Namun demikian, Alrich mengingatkan adanya sejumlah sentimen yang perlu dicermati, seperti pergerakan harga minyak dan nilai tukar rupiah. Selain itu, investor juga menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan melambat menjadi 5,1% secara tahunan pada kuartal II-2026.
Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan, meski tetap dibayangi volatilitas pasar.
Baca Juga: Harga Emas Diprediksi Masih Tertekan, Cek Level Supportnya Investor disarankan mencermati rilis data ekonomi serta dinamika global yang dapat memengaruhi arah pergerakan pasar dalam jangka pendek. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News