KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,50% ke level 6.351 pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Kenaikan ini ditopang oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang mencapai 5,29% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dari konsensus pasar sebesar 5,12% YoY. Baca Juga: Resmi! 2 Saham Masuk HSC, Cek Daftar 53 Saham Konsentrasi Tinggi
Sentimen tersebut memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi domestik. Penguatan IHSG juga didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp 17.930 per dolar AS, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta musim laporan keuangan emiten semester I-2026 yang sejauh ini masih menunjukkan kinerja solid. Ke depan, investor akan mencermati kelanjutan musim laporan keuangan sebagai katalis utama pergerakan pasar. Selain itu, arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga akan menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Baca Juga: Jelang Rights Issue, Hapsoro Divestasi Saham Bukit Uluwatu (BUVA) Rp 250 Miliar Mengacu pada Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan Kamis (6/8), secara teknikal IHSG masih berada dalam tren naik selama bertahan di atas level support 6.269. Saat ini, IHSG tengah menguji area resistance psikologis di level 6.400. Apabila mampu menembus (breakout) dan bertahan di atas level tersebut, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.500. Peluang tersebut didukung oleh indikator MACD yang masih bergerak positif serta posisi indeks yang berada di atas rata-rata pergerakan MA20. Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (5/8). Dow Jones Industrial Average menguat 0,49% ke level 54.349,12. Sebaliknya, S&P 500 turun 0,17% ke level 7.723,55 dan Nasdaq Composite melemah 0,83% menjadi 26.363,44. Baca Juga: Saham Karya Pacific (IATA) Naik 65% Usai Kelar Ganti Pemilik, Kinerja Paruh I Turun Rekomendasi saham PT Petrosea Tbk (PTRO) PTRO masih mempertahankan tren kenaikan setelah menembus (breakout) area 4.560 yang kini menjadi level support. Selama harga bertahan di atas area tersebut, saham ini berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 4.910–5.200.
Buy: 4.500–4.700
Target 1: 4.900
Target 2: 5.200
Stop loss: di bawah 4.300
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) BNBR mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah mampu bertahan di area support 88–93 dan membentuk pola rebound. Jika berhasil menembus level 104, saham ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 115.
GTSI mengonfirmasi breakout dari pola cup and handle dengan menembus neckline di level 161. Pergerakan ini didukung peningkatan volume transaksi dan penguatan indikator MACD, sehingga tren kenaikan berpotensi berlanjut menuju 179–190.
Buy: 165–170
Target 1: 179
Target 2: 190
Stop loss: di bawah 160
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) BACH mulai menunjukkan indikasi aksi ambil untung (profit taking) setelah reli yang sangat agresif. Selama belum mampu kembali menembus area puncak intraday, tekanan jual diperkirakan masih berlanjut dengan area 710–625 sebagai target koreksi terdekat.
Rekomendasi: Sell
Harga terakhir: 740
Support berikutnya: 710–625
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 31,53 poin atau 0,50% menjadi 6.351,14 pada perdagangan R