KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,12% ke level 6.343,71 pada Kamis (6/8/2026), setelah sempat menguji area 6.388 pada perdagangan intraday. Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung (
profit taking) setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, sentimen domestik masih relatif positif. Hal ini ditopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29% secara tahunan (
year on year/YoY), lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Baca Juga: Dian Swastatika (DSSA) Alihkan 9,63 Miliar Saham Treasuri per 10 Agustus, Saham Naik Selain itu, penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta tambahan stimulus pemerintah pada semester II-2026 turut menjadi katalis bagi pasar. Dari sisi eksternal, harapan meredanya konflik di Timur Tengah serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi penopang sentimen investor. Dalam jangka pendek, pelaku pasar akan mencermati pengumuman calon Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan diputuskan pekan ini. Keputusan tersebut dinilai penting karena akan memengaruhi arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah ke depan. Investor juga menanti rilis data cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan tetap berada di kisaran US$ 145,6 miliar, serta Indeks Harga Properti yang diproyeksikan tumbuh 0,8% YoY.
Baca Juga: Rights Issue Belum Juga Dimulai, Cakra Buana (CBRE) Catatkan Rugi Bersih Sementara dari luar negeri, perhatian pasar akan tertuju pada data neraca perdagangan China yang diperkirakan mencatat surplus sekitar US$ 107 miliar. Data tersebut menjadi salah satu indikator kekuatan aktivitas perdagangan dan permintaan global. Mengacu pada riset Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (7/8), secara teknikal IHSG masih berada dalam tren positif selama mampu bertahan di atas area support 6.270–6.300. "IHSG berpeluang kembali menguat untuk menguji resistance psikologis di level 6.400. Apabila mampu menembus (breakout) dan bertahan di atas level tersebut, kondisi ini berpotensi menjadi awal fase penguatan baru dengan target kenaikan berikutnya," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya. Meski demikian, sentimen dari Wall Street masih menjadi perhatian. Pada perdagangan Kamis (6/8), indeks-indeks utama di Bursa AS ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average turun 0,85% ke level 53.885,10, S&P 500 terkoreksi 0,18% ke 7.709,96, sedangkan Nasdaq Composite melemah tipis 0,06% ke 26.348,35.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Turun Kamis (6/8), Cermati Perundingan AS-Iran dan Laporan Emiten Rekomendasi saham 1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (
TPIA) Secara teknikal, TPIA masih bergerak dalam tren naik dan mulai mendekati level resistance psikologis di 2.200. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan menuju 2.285 semakin terbuka.
- Rekomendasi: Buy 2.050–2.150
- Target harga: 2.200 dan 2.285
- Stop loss: di bawah 1.995
2. PT Chandra Daya Investasi Tbk (
CDIA) CDIA mulai menunjukkan pemulihan setelah rebound dari area support 654 dan kini menguji resistance 735. Apabila mampu menembus level tersebut, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan hingga 790.
- Rekomendasi: Buy 650–700
- Target harga: 735 dan 790
- Stop loss: di bawah 640
Baca Juga: Harga Saham BUMN Masih Tertekan Meskipun Laporan Kinerja Bagus, Cek yang Layak Beli? 3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (
DSSA) DSSA mengonfirmasi breakout di atas level 950 yang menandakan momentum bullish kembali menguat. Selama harga bertahan di atas level tersebut, penguatan berpotensi berlanjut menuju kisaran 1.000–1.035.
- Rekomendasi: Buy 950–970
- Target harga: 1.000 dan 1.035
- Stop loss: di bawah 900
4. PT Bach Multi Global Tbk (
BACH) BACH menunjukkan indikasi profit taking setelah reli yang sangat agresif. Hal ini tercermin dari terbentuknya bearish candle berukuran besar di area puncak harga.
Selama saham belum mampu kembali bergerak di atas level tertinggi sebelumnya, tekanan jual dinilai masih berpotensi berlanjut dengan area 570 sebagai support berikutnya.
- Rekomendasi: Sell
- Harga terakhir: 630
- Support berikutnya: 570
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News