IHSG Berpeluang Uji Level 8.200 pada Kamis (5/2), Ini Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,30% ke level 8.146,72 pada perdagangan Rabu (4/2/2026), setelah sempat bergerak melemah di awal sesi. Penguatan indeks ditopang oleh saham-saham perbankan big caps serta sektor basic materials, di tengah berlanjutnya rebound harga emas dan perak.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG juga sejalan dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta sentimen positif dari pergerakan harga komoditas.

“IHSG hari ini ditutup menguat 0,30% meskipun sempat terkoreksi di awal perdagangan. Penguatan didorong saham perbankan big caps, sektor basic materials, penguatan rupiah, serta harga emas yang masih melanjutkan kenaikan,” kata Herditya kepada Kontan, Rabu (4/2/2026).


Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Menguat, BMRI Pimpin Kenaikan hingga Penutupan Rabu (4/2)

Untuk perdagangan Kamis (5/2), Herditya memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan level support di 8.007 dan resistance di 8.241. Sentimen utama pasar akan tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang secara konsensus diperkirakan berada di kisaran 5%.

“Dengan rilis GDP Indonesia besok, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas,” tambahnya.

Dalam jangka pendek, Herditya merekomendasikan saham ADRO di kisaran Rp2.310–Rp2.420, BRMS di Rp1.095–Rp1.165, serta TKIM di area Rp7.175–Rp7.425.

Sejalan dengan itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai secara teknikal IHSG menunjukkan sinyal rebound lanjutan setelah histogram negatif MACD mulai mengecil dan stochastic RSI bertahan di area oversold.

“IHSG ditutup menguat di level 8.146,7 setelah sempat bergerak melemah. Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu pendorong utama penguatan indeks,” jelas Alrich.

Dengan kondisi tersebut, Alrich memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 8.200 pada perdagangan Kamis (5/2/2026), dengan pivot di 8.180, resistance di 8.400, serta support di kisaran 7.950.

Dari sisi sentimen eksternal, investor akan mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun penuh 2025 yang diperkirakan melambat ke 5% secara tahunan. Selain itu, pasar juga menanti data penjualan ritel kawasan Euro Area Desember 2025, serta hasil pertemuan bank sentral Eropa dan Bank of England yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya.

Untuk saham pilihan pada perdagangan Kamis (5/2/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan INCO, INDY, MEDC, BRIS, dan BTPS.

Baca Juga: Perbaikan Sektor Baja, Danantara Intervensi Krakatau Steel Sehatkan Keuangan

Selanjutnya: PKB Usul ke Presiden: Pilkada Tidak langsung Diganti lewat DPRD

Menarik Dibaca: Cara Mendapatkan Kode Otorisasi Privy pada Coretax Pajak, Gratis!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News