KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan jangka pendek. Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Pelemahan IHSG pada akhir pekan lalu terjadi menyusul pengumuman terbaru dari lembaga penyedia indeks global, MSCI. Analis Mega Capital Sekuritas Revo Gilang Firdaus mengatakan, IHSG masih berpeluang melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Menurutnya, indeks telah menembus level support atau breakdown dan sempat mengalami trading halt di awal sesi perdagangan Jumat (16/10/2026). Baca Juga: BEI Ubah Batas ARB Jadi 7% Mulai Hari Ini (19/10) Revo memproyeksikan, IHSG bergerak turun menuju area 4.938–4.987. Tekanan juga datang dari investor asing dengan aksi jual asing diperkirakan masih akan berlanjut. Sepanjang tahun berjalan (year to date), investor asing tercatat membukukan jual bersih sebesar Rp 84,85 triliun. Pada perdagangan intraday 16 Oktober 2026 saja, penjualan bersih asing mencapai Rp 2,92 triliun.
IHSG Berpotensi Kembali Melemah dalam Jangka Pendek, Simak Sentimennya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan jangka pendek. Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Pelemahan IHSG pada akhir pekan lalu terjadi menyusul pengumuman terbaru dari lembaga penyedia indeks global, MSCI. Analis Mega Capital Sekuritas Revo Gilang Firdaus mengatakan, IHSG masih berpeluang melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Menurutnya, indeks telah menembus level support atau breakdown dan sempat mengalami trading halt di awal sesi perdagangan Jumat (16/10/2026). Baca Juga: BEI Ubah Batas ARB Jadi 7% Mulai Hari Ini (19/10) Revo memproyeksikan, IHSG bergerak turun menuju area 4.938–4.987. Tekanan juga datang dari investor asing dengan aksi jual asing diperkirakan masih akan berlanjut. Sepanjang tahun berjalan (year to date), investor asing tercatat membukukan jual bersih sebesar Rp 84,85 triliun. Pada perdagangan intraday 16 Oktober 2026 saja, penjualan bersih asing mencapai Rp 2,92 triliun.