IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi Kamis (9/7), Cermati Saham AKRA, ELSA, dan PGAS



KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (9/7/2026), setelah gagal menembus level psikologis 6.000 pada sesi sebelumnya.

Pada Rabu (8/7), IHSG ditutup melemah 1,89% ke level 5.873,37. Pelemahan tersebut sekaligus mengakhiri reli lima hari beruntun yang sebelumnya menghasilkan akumulasi kenaikan lebih dari 6%.

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (8 Juli 2026), Mayoritas Kompak Merah


Koreksi IHSG dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks gagal menembus level 6.000.

Sentimen negatif juga datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist) untuk kemungkinan reklasifikasi menjadi Frontier Market.

Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dibayangi pelemahan kepercayaan konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun menjadi 117,8 pada Juni 2026, menandai penurunan selama dua bulan berturut-turut.

Mengacu pada riset Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) dari BRI Danareksa Sekuritas, pelaku pasar pada Kamis (9/7) akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran setelah berakhirnya kesepakatan damai yang berpotensi kembali memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global.

Baca Juga: Wall Street Berakhir Beragam Rabu (8/7), Ancaman Serangan ke Iran Bayangi Pasar

Selain itu, investor juga akan memantau pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta arus dana asing sebagai indikator utama yang dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam fase koreksi dengan level support di 5.805. Selama indeks belum mampu kembali menembus level 6.000, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan pasar.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (8/7). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,09% ke 52.348,39, sedangkan S&P 500 melemah 0,28% ke 7.482,71. Di sisi lain, Nasdaq Composite masih mampu menguat 0,20% ke level 25.870,65.

Baca Juga: Hari Ini (9/7) Perdagangan Perdana IPO Saham PRDL, Cek Simulai ARA & ARB

Berikut rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas:

1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

AKRA berhasil menembus (breakout) area resistance 1.300, mengonfirmasi berlanjutnya momentum bullish yang didukung perbaikan struktur harga dan indikator MACD. Selama harga bertahan di atas level 1.300, saham ini berpeluang menguat menuju 1.345 hingga 1.370.

  • Buy: 1.290–1.310
  • Target 1: 1.345
  • Target 2: 1.370
  • Stop loss: di bawah 1.260
2. PT Elnusa Tbk (ELSA)

ELSA berhasil menembus garis resistance sekaligus bergerak di atas area 580 dengan dukungan momentum MACD yang masih menguat. Selama harga bertahan di atas level tersebut, saham ini berpotensi naik ke kisaran 630 hingga 655.

  • Buy: 590–610
  • Target 1: 630
  • Target 2: 655
  • Stop loss: di bawah 570
Baca Juga: OJK Wajibkan Sertifikasi Influencer Kripto, Industri Nilai Tingkatkan Kredibilitas

3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

PGAS mampu mempertahankan area support 1.350–1.390 sehingga membuka peluang terjadinya technical rebound. Selama harga bertahan di atas area support tersebut, saham ini berpotensi menguat menuju 1.455 hingga 1.485.

  • Buy: 1.380–1.420
  • Target 1: 1.455
  • Target 2: 1.485
  • Stop loss: di bawah 1.350
4. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY)

BRI Danareksa menilai LUCY masih berada dalam tren bearish setelah menembus ke bawah level support 850. Selama harga masih bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan menuju area 372 masih terbuka sehingga strategi jual (sell) dinilai lebih tepat untuk membatasi risiko penurunan.

  • Rekomendasi: Sell
  • Harga terakhir: 530
  • Support berikutnya: 372
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News