KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,51% ke level 6.147,86 pada perdagangan Senin (28/9/2026). Tekanan jual berlanjut di tengah pelemahan rupiah yang mencapai Rp17.965 per dolar AS dan mendekati level psikologis Rp18.000. Pelemahan IHSG dipengaruhi kenaikan yield US Treasury, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian geopolitik yang menjaga harga energi tetap tinggi. Tekanan jual juga meluas ke seluruh sektor, dengan 532 saham terkoreksi.
Baca Juga: Harga Dasar Rp1 Berlaku, Saham Harga Receh Di Bawah Rp 50 Naik Hingga 34% Mengacu pada Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, sentimen perdagangan Selasa (29/9) akan turut dipengaruhi fase adaptasi terhadap kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp1. Perubahan tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama pada saham berharga rendah, seiring penyesuaian rentang harga dan mekanisme auto rejection. Dari eksternal, sentimen pasar masih dibayangi ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, indeks dolar AS (DXY) yang berada di atas 101, serta kenaikan harga minyak akibat ketegangan AS-Iran. Kondisi tersebut meningkatkan risiko inflasi global dan dapat memengaruhi ekspektasi arah suku bunga. Secara teknikal, IHSG juga masih menghadapi risiko koreksi lanjutan setelah menembus neckline pola Head and Shoulders di level 6.375. "MACD masih menunjukkan bearish momentum," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya. IHSG memiliki support terdekat di level 6.110, kemudian 6.030. Sementara itu, resistance berada di level 6.185 dan area 6.230–6.270. Pergerakan IHSG selanjutnya akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area support serta perkembangan volatilitas selama periode adaptasi terhadap kebijakan baru BEI.
Baca Juga: Laba Merdeka Battery (MBMA) Tertekan Rugi Kurs & Kinerja JV, Target Tetap di Rp 745 Wall Street Kompak Melemah Sentimen eksternal juga belum memberikan katalis positif. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/9). Dow Jones Industrial Average turun 0,67% ke level 51.481,51. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,77% menjadi 7.683,69 dan Nasdaq Composite turun 0,92% ke level 26.820,38. Kenaikan harga minyak dan yield US Treasury menjadi perhatian investor karena berpotensi memperkuat tekanan inflasi sekaligus mendorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Baca Juga: Aturan Papan Pemantauan Khusus Diubah, 50 Saham Masih Terjebak di Ekuitas Negatif Rekomendasi Saham Hari Ini Di tengah tekanan IHSG, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang memiliki peluang pergerakan berbeda secara teknikal. PT Bukit Asam Tbk
(PTBA) PTBA dinilai berpeluang melanjutkan penguatan setelah berhasil menembus resistance 3.150 disertai kenaikan volume perdagangan. Pergerakan tersebut membuka peluang menuju target Fibonacci 3.222–3.353. Selama harga bertahan di atas 3.150, momentum bullish berpotensi berlanjut dengan support dinamis MA20 di 3.013. Rekomendasi:
Buy 3.150–3.180, target resistance 3.230 dan 3.350, dengan stop loss di bawah 3.100. PT Trimegah Karya Pratama Tbk (
UVCR) UVCR berhasil
breakout dari area
resistance 220–226 dengan momentum
bullish dan peningkatan volume. Selama mampu bertahan di atas 226, harga berpotensi bergerak menuju resistance 240–248. Support terdekat berada di 220 dan support lanjutan di 200. MACD juga menunjukkan momentum bullish yang menguat. Rekomendasi:
Buy 220–230, target resistance 240 dan 248, dengan stop loss di bawah 220.
Baca Juga: Yield Treasury AS Melonjak, Pasar Makin Bertaruh The Fed Naikkan Suku Bunga PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (
AMRT) AMRT menguat 1,92% ke 1.330 dan berhasil
rebound di atas MA20 di 1.306. Kondisi ini dinilai membuka peluang bagi saham untuk mengakhiri tren pelemahan dalam pola descending channel. Resistance Fibonacci berada di 1.367, kemudian area 1.400–1.440. Sementara itu, support berada di 1.300. Rekomendasi:
Buy 1.310–1.330, target resistance 1.350 dan 1.365, dengan stop loss di bawah 1.300. PT Perintis Triniti Properti Tbk (
TRIN) Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, TRIN masih berada dalam tekanan bearish setelah breakdown support 290 dengan lonjakan volume jual. MACD menunjukkan bearish
crossover dengan histogram negatif, yang mengindikasikan tekanan jual masih dominan. Support Fibonacci berikutnya berada di 201, lalu 145, sementara level 290 menjadi resistance terdekat. Harga terakhir TRIN berada di 238, dengan area support berikutnya di sekitar 200.
Rekomendasi trading untuk TRIN adalah
SELL, dengan perhatian pada level support 200.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News