KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) berpotensi lanjut menguat pada Rabu (15/4). Namun investor tetap diminta waspada akan aksi ambil untung alias
profit taking. Pada akhir perdagangan Selasa (14/4), IHSG ditutup menguat 2,34% ke level 7.675,95. Kenaikan ini sejalan dengan sejumlah bursa Asia lainnya yang juga ikut melonjak. Indeks asal Hong Kong, Hang Seng ditutup menguat 0,82%. Penguatan juga terjadi pada indeks Jepang, yakni Nikkei225 yang melonjak 2,43%. Indeka asal Cina, Shanghai Composite juga naik 0,95%.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini 4 Saham Bank Blue Chip Rekomendasi Analis Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menjelaskan kenaikan ini sejalan dengan koreksi harga minyak mentah serta harapan masih terbuka potensi negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Alrich menyebut koreksi harga minyak mentah juga dipicu oleh adanya laporan yang menunjukkan bahwa perundingan antara AS dan Iran dapat dilanjutkan secepatnya pada pekan ini. “Secara teknikal, MACD berlanjut menguat dan Stochastic RSI bergerak di area overbought. IHSG membentuk gap di 7.527,” tulisnya dalam riset yang dirilis, Selasa (14/4/2026). Alrich memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level resistance berikutnya di 7.700. Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.700, maka IHSG diperkirakan berpeluang menguji level MA50 di sekitar level 7.800.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Pemicu dan Saham Rekomendasi Analis “Namun perlu mulai diwaspadai potensi profit taking dalam jangka pendek, mengingat kondisi IHSG yang sudah memasuki area overbought,” jelas Alrich.
Untuk perdagangan Rabu (15/4), saham pilihan Phintraco Sekuritas jatuh pada PT TBS Energi Utama Tbk (
TOBA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (
ESSA), PT Timah Tbk (
TINS), PT Harum Energy Tbk (
HRUM) dan PT Elnusa Tbk (
ELSA). Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News