IHSG Berpotensi Lanjut Reli, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sucor Sekuritas optimistis pasar saham Indonesia termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang melanjutkan penguatan meski dibayangi berbagai sentimen negatif. 

Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama menjelaskan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan menuju area 6.700 dalam beberapa bulan ke depan. 

Namun, kata Reyhan, setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek sebagai bagian dari proses konsolidasi yang sehat.


Baca Juga: Perkasa, Rupiah Spot Menguat 1,11% ke Rp 17.663 per Dolar AS pada Senin (15/6) Siang

“Area 6.000 saat ini menjadi resistance psikologis yang penting untuk diperhatikan investor. Sementara itu, area support kuat IHSG berada di sekitar level 5.512,” jelasnya dalam Stock Idea Series, Sabtu (13/6/2026). 

Reynah bilang selama support tersebut masih terjaga, peluang penguatan lanjutan masih cukup terbuka. Menurutnya, sektor komoditas masih menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati di tengah dinamika global saat ini. 

“Sebaliknya, sektor perbankan dinilai perlu lebih selektif mengingat sebagian saham perbankan besar telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir,” kata dia. 

Financial Educator Manager Sucor Sekuritas Hendry Wijaya menambahkan tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia saat ini lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan krisis fundamental. 

Baca Juga: IHSG Menguat 5,03% ke 6.309 di Sesi I Senin (15/6), DEWA, BUMI, AMMN Top Gainers LQ45

Menurutnya, pelemahan pasar dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh berbagai kekhawatiran investor, mulai dari penurunan outlook rating Indonesia, potensi perubahan status Indonesia dalam indeks global, hingga ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

Hendry menyebut sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Di mana, Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas rupiah melalui kenaikan suku bunga dan  pemerintah terus menunjukkan komitmen menjaga disiplin fiskal. 

“Terdapat sejumlah indikator yang perlu diperhatikan investor dalam beberapa waktu ke depan, antara lain stabilitas nilai tukar rupiah, pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN), arus dana asing,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News