IHSG Berpotensi Lanjutkan Pelemahan, Simak Saham Rekomendasi Analis Berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tertekan akibat respon pasar terhadap keputusan The Fed. Pada perdagangan, Senin (9/5) IHSG terjun 4,42% atau 319,16 poin ke 6.909,75.

Sementara, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih atau net sell Rp 2,59 triliun di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing ada BBCA Rp 1,3 triliun, BBRI Rp 690,7 miliar, dan TLKM Rp 284,8 miliar.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati IHSG tertekan pada perdagangan kemarin, akumulasi net buy investor asing sejak 18 Maret 2022 masih mencapai Rp 45 triliun. Menurutnya, hal tersebut memperkuat indikasi bahwa pelemahan lebih didominasi aksi panic-selling.


“Pelemahan masih dapat berlanjut, tetapi diperkirakan mulai terbatas di kisaran support kuat pada 6.800 - 6850,” jelas Valdy kepada Kontan.co.id, Selasa (10/5).

Dia menjelaskan keputusan The Fed memicu kekhawatiran pengetatan likuiditas di dalam negeri, mengingat BI juga telah memberikan petunjuk kemungkinan kenaikan suku bunga acuan di Kuartal II-2022.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dari Phillip Sekuritas Indonesia untuk Selasa (10/5)

Meski begitu, menurutnya, kondisi ekonomi domestik sebetulnya cukup solid. Data terbaru menunjukan pertumbuhan ekonomi Kuartal 1-2022 Indonesia sebesar 5,01% yoy, sedikit lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 5% yoy.

Valdy menyebutkan saat ini pelaku pasar dapat mencermati peluang buy on support pada beberapa saham bluechip yang melemah signifikan di Senin (9/5). Investor bisa mencermati saham BBCA, TLKM, ASII, ANTM dan UNTR.

“Di sisi lain, AKRA dan MAPI dapat diperhatikan karena justru menunjukan sinyal bullish continuation,” imbuhnya.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mencermati dengan tekanan jual yang masih tertahan hingga penutupan perdagangan Senin (9/5) dan belum terlihat adanya perlawanan aksi beli maka diperkirakan besok IHSG kembali akan terjadi tekanan jual.

"Diperkirakan besok tekanan jual masih akan berlanjut dengan support terdekat 6.842 dan berikutnya 6.800. Lebih dari level tersebut maka IHSG rawan melemah ke 6702," papar Ivan kepada Kontan.

Ivan menilai dalam waktu dekat IHSG masih ada kemungkinan terjadi technical rebound setelah koreksi yang agresif ini dan kembali ke atas level 7.000. Namun, untuk jangka pelaku pasar masih akan melihat seberapa efektif dampak atas kebijakan The Fed untuk mengendalikan inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi