IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat menyentuh rekor beberapa saat sebelum perdagangan sesi pertama ditutup, indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya terus bergerak menurun di perdagangan pertama tahun 2018 ini. IHSG ditutup menurun 0,26% atau 16,42 poin di level 6.339,24 pada penutupan perdagangan Selasa (2/1). Namun, di sesi pertama perdagangan IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.445,91. Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra melihat, penurunan indeks saham ini dipengaruhi oleh tingkat inflasi Desember 2017 yang cukup tinggi di angka 0,71%. "Selain itu, para pelaku pasar pun tampaknya melakukan aksi ambil untung alias profit taking sehingga membuat IHSG terkoreksi sesaat," ujarnya. Aksi profit taking ini pun diperkirakan terus berlanjut pada perdagangan Rabu (3/1). Ia pun memprediksi IHSG akan melanjutkan pelemahannya di kisaran angka 6.270-6.360. Secara teknikal, Analis Erdikha Elit Sekuritas Okky Jonathan Siahaan melihat indeks saham akan bergerak sideways cenderung melemah lantaran stochastic sudah overbought dan sangat mahal. "Namun, mengingat perdagangan di awal tahun, potensi January effect sangat mungkin terjadi," tuturnya. Okky memprediksi IHSG akan bergerak pada rentang 6.256-6.356. Tetapi jka level resistance tertembus maka pergerakan bullish dapat berlanjut ke level 6.483. Adapun saham-saham yang menarik menurut Okky di antaranya ialah saham ACES, ASII, CTRA, JSMR, dan WIKA. Sementara Aditya melihat saham yang menarik untuk diperhatikan pada perdagangan besok ialah saham AALI, SMGR, JPFA, PGAS, ANTM, dan ACES.

Muhammad Nafan Aji Analis Binaartha Parama Sekuritas dalam rilis memprediksi IHSG akan menuju ke area support pada level 6295 dan 6251.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, menurut Nafan antara lain sebagai berikut:


1. PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO), Daily (520) (RoE: 4.39%; PER: 68.48x; PBV: 3.01x; Beta: 0.95): Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish inverted candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 510 – 525, dengan target harga secara bertahap di level 540, 615 dan 655. Support: 500 & 482.

2. PT Astra International Tbk (ASII), Daily (8.200) (RoE: 12.40%; PER: 17.61x; PBV: 2.18x; Beta: 1.35): Saat ini, pergerakan harga telah menyentuh pada garis tengah dari bollinger sehingga diharapkan agar peluang rebound terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 8.100 – 8.250, dengan target harga secara bertahap di level 8400 and 8.700. Support: 7.975.

3. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), Daily (1.780) (RoE: 18.20%; PER: 37.89x; PBV: 6.87x; Beta: N/A): Saat ini, pergerakan harga mulai membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. Selain itu, indikator MACD telah menunjukkan pola golden cross di area negatif. “Akumulasi Beli” pada area level 1.760 – 1.790, dengan target harga secara bertahap di level 1.865, 1.985 dan 2.200. Support: 1.700.

4. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), Daily (1.140) (RoE: 7.56%; PER: 9.79x; PBV: 0.74x; Beta: 1.28): Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Buy on Weakness” pada level 1.125 – 1.135, dengan target harga secara bertahap di level 1.180 and 1.280. Support: 1.110.

5. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Daily (1.490) (RoE: 20.62%; PER: 16.90x; PBV: 3.49x; Beta: 1.69): Saat ini, pergerakan harga mulai membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. “Akumulasi Beli” pada area level 1.475 – 1.495, dengan target harga secara bertahap di level 1.545, 1.630 dan 1.795. Support: 1.430.

6. PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Daily (2.190) (RoE: 15.17%; PER: 8.69x; PBV: 1.32x; Beta: 2.08): Meskipun indikator RSI menunjukkan jenuh beli, namun pergerakan harga masih membentuk fase akumulasi dalam rangka membentuk pola uptrend ke depannya. “Buy on Weakness” pada area level 2.140 - 2.160, dengan target harga secara bertahap di level 2.230, 2.400 dan 2.500. Support: 2.080.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini